Digitalisasi Wisata Jadi Andalan Disparbudpora Bondowoso Dongkrak PAD

oleh -413 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Salah satu langkah yang kini dipacu Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) adalah memperluas sistem pembayaran digital di seluruh destinasi wisata.

Hal itu mengemuka dalam rapat kerja Disparbudpora bersama Komisi III DPRD Bondowoso, Kamis (9/7/2026). Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan digitalisasi transaksi menjadi strategi penting untuk mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pariwisata.

Menurutnya, seluruh pengelola destinasi wisata didorong memanfaatkan layanan pembayaran non-tunai melalui QRIS maupun mesin Electronic Data Capture (EDC). Selain memudahkan wisatawan bertransaksi, sistem tersebut juga membuat setiap pemasukan tercatat secara otomatis sehingga pengelolaan pendapatan lebih transparan dan akuntabel.

“Penggunaan QRIS dan EDC terus kami dorong. Tujuannya agar transaksi non-tunai semakin meningkat,” ujar Gede.

Ia mengakui pemanfaatan pembayaran digital di objek wisata Bondowoso masih tergolong rendah, bahkan belum mencapai 20 persen dari total transaksi. Meski demikian, Disparbudpora optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring edukasi yang semakin masif kepada masyarakat dan pelaku wisata.

Untuk mempercepat perubahan tersebut, pihaknya juga menggandeng Bank Jatim. Kolaborasi itu diarahkan pada pemberian berbagai bentuk apresiasi atau hadiah kepada pengunjung yang menggunakan metode pembayaran cashless saat berwisata.

“Kami juga berkoordinasi dengan Bank Jatim agar sistem cashless ini bisa disertai reward kecil bagi pengunjung wisata. Harapannya, penggunaan transaksi non-tunai bisa berkembang lebih cepat,” katanya.

Dalam rapat yang sama, Disparbudpora turut memaparkan capaian pelaksanaan anggaran tahun 2025. Hingga akhir tahun, realisasi anggaran tercatat sekitar 93,7 persen.

Sementara itu, anggaran yang belum terserap sebagian besar berasal dari belanja pegawai, terutama gaji dan tunjangan, karena masih ada sejumlah formasi jabatan yang belum terisi.

Baca Juga :  Hujan Lokal Muncul di Puncak Musim Kemarau Hingga 21 Agustus 2025

Gede menegaskan, meski ruang fiskal semakin terbatas, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan seluruh program prioritas pada 2026, termasuk pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penyumbang PAD bagi Kabupaten Bondowoso.(wan)