Misi Dagang Jatim-Riau Tembus Rp1,06 Triliun, Naik Hampir Tiga Kali Lipat

oleh -51 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Misi Dagang Jatim di Riau Hasilkan Komitmen Transaksi Rp1,06 Triliun. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membukukan komitmen transaksi senilai Rp1,066 triliun dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Riau di Pekanbaru. Nilai tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan pelaksanaan misi dagang serupa pada 2020 yang mencapai Rp362,12 miliar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian itu mencerminkan semakin kuatnya kerja sama ekonomi antardaerah sekaligus meningkatnya kepercayaan pelaku usaha dalam membangun kemitraan bisnis.

“Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Semangatnya tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (9/7/2026).

Dari total komitmen transaksi tersebut, penjualan produk asal Jawa Timur mencapai Rp704,88 miliar, sedangkan pembelian komoditas dari Provinsi Riau sebesar Rp361,15 miliar.

Khofifah menegaskan misi dagang tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi sarana memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok nasional, serta membuka peluang kerja sama ekonomi jangka panjang antarprovinsi.

Produk yang dipasarkan Jawa Timur dalam forum tersebut cukup beragam, mulai dari olahan daging unggas dan sapi, susu, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, rokok, pakan ikan dan udang, benur, pupuk, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja hingga produk pangan olahan.

Sebaliknya, Jawa Timur mendatangkan sejumlah komoditas dari Riau, seperti udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, dan sirip teripang kering.

Menurut Khofifah, hubungan perdagangan kedua provinsi selama ini bersifat saling melengkapi. Salah satunya terlihat dari kebutuhan pulp industri di Jawa Timur yang sebagian besar masih dipenuhi dari Riau.

“Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Provinsi Riau. Ini menunjukkan keterhubungan ekonomi kedua daerah sekaligus peluang memperbesar perdagangan dua arah yang lebih seimbang,” ujarnya.

Baca Juga :  Asyik! THR dan Gaji ke-13 PNS Tetap Cair

Selain memaparkan capaian misi dagang, Khofifah juga menyampaikan kinerja ekonomi Jawa Timur yang tumbuh 5,96 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Secara kumulatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menggelar 52 misi dagang dalam negeri sepanjang 2019-2026. Kegiatan tersebut menghasilkan komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun dari 2.250 transaksi yang melibatkan 2.602 pelaku usaha.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menilai misi dagang menjadi momentum memperkuat sinergi perdagangan dan investasi antardaerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur maupun Riau.(FRI)