KILASJATIM.COM – Memasuki penyelenggaraan ke-20, Manufacturing Surabaya mengusung tema “New Industrial Hub di Timur Indonesia” sebagai refleksi atas semakin besarnya peran kawasan timur dalam mendorong pertumbuhan industri nasional. Pameran ini menjadi wadah bagi pelaku industri untuk bertemu, berbagi inovasi, memperluas jaringan bisnis, sekaligus mempercepat adopsi teknologi manufaktur.
Perkembangan industri manufaktur Indonesia saat ini ditandai dengan percepatan hilirisasi, penguatan rantai pasok, adopsi teknologi digital, hingga meningkatnya tuntutan terhadap proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kapabilitas melalui inovasi, otomasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Di sisi lain, kawasan Timur Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri baru. Pengembangan kawasan industri, investasi manufaktur bernilai tambah, hingga pengolahan sumber daya lokal membuka peluang terbentuknya ekosistem industri yang semakin kompetitif. Namun, percepatan tersebut juga membutuhkan dukungan teknologi, solusi otomasi, sistem logistik yang kuat, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Sebagai salah satu pameran industri terbesar di Indonesia, Manufacturing Surabaya kembali digelar bersamaan dengan Machine Tool Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya. Keempat pameran tersebut menghadirkan beragam teknologi dan solusi industri untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, otomasi proses produksi, serta memperkuat rantai pasok industri.
Tahun ini, Pamerindo Indonesia juga memperluas cakupan penyelenggaraan dengan menghadirkan dua pameran baru, yakni Indonesia Energy Week Surabaya dan Growtech Indonesia. Kehadiran dua agenda tersebut menjadikan Manufacturing Surabaya sebagai platform yang menghubungkan sektor manufaktur, energi, dan agrikultur dalam satu ekosistem kolaboratif.
Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan transformasi industri tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral. Menurutnya, kolaborasi lintas industri menjadi kebutuhan agar perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, dan peluang investasi dapat berjalan beriringan.
“Transformasi industri saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi lintas industri yang mampu mempertemukan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, serta peluang investasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Melalui Manufacturing Surabaya 2026, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pameran, tetapi sebuah platform yang mempercepat adopsi inovasi, memperluas jejaring bisnis, serta membuka peluang kolaborasi strategis bagi pelaku industri di Timur Indonesia,” ujar Meysia.
Ia menambahkan, pesatnya perkembangan kawasan industri di wilayah timur membuka peluang besar untuk memperkuat rantai nilai manufaktur nasional. Karena itu, peningkatan kompetensi SDM, penerapan teknologi, produktivitas, dan sinergi antarpelaku industri menjadi faktor penting dalam membangun daya saing industri Indonesia.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Manufacturing Surabaya 2026 menghadirkan berbagai program pendukung, di antaranya Forklift Hero Competition dan Kaizen Clinic. Kedua program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja, memperkuat budaya continuous improvement, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mendorong penerapan keselamatan kerja di lingkungan industri.
Selain itu, tersedia pula program Business Matching yang mempertemukan pengunjung dengan supplier maupun calon mitra strategis secara lebih terarah. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat terbentuknya kerja sama bisnis, memperluas jaringan industri, sekaligus menciptakan kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi perkembangan sektor manufaktur nasional.
Melalui penyelenggaraan edisi ke-20 ini, Manufacturing Surabaya semakin menegaskan posisinya sebagai platform industri yang mendukung pertukaran pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, serta percepatan adopsi teknologi menuju industri manufaktur Indonesia yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
PT Pamerindo Indonesia mengundang pelaku industri manufaktur, distributor, penyedia teknologi, asosiasi, pemerintah, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dalam Manufacturing Surabaya 2026. Pameran ini diharapkan menjadi momentum untuk mengeksplorasi teknologi terbaru, membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis, serta memperoleh wawasan mengenai arah transformasi industri manufaktur Indonesia di masa depan. (XCT)
