DPD RI Sebut Bank Jatim BUMD Paling Solid, Dinilai Seimbangkan Profit dan Kepentingan Publik

oleh -128 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Senator DPD RI Puji Kinerja Bank Jatim, Soroti Dukungan untuk UMKM. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali mendapat apresiasi. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai Bank Jatim sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) paling solid di Indonesia karena mampu menjaga kinerja bisnis sekaligus memberi kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

Senator yang akrab disapa Ning Lia mengatakan kekuatan Bank Jatim tidak hanya terlihat dari capaian laba yang secara konsisten menjadi salah satu yang tertinggi di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD). Menurutnya, bank milik Pemprov Jawa Timur tersebut juga berhasil membangun ekosistem ekonomi yang inklusif melalui berbagai layanan dan dukungan kepada masyarakat serta pelaku usaha.

“Bank Jatim menunjukkan bahwa BUMD bisa naik kelas, tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat. Inilah yang saya sebut sebagai BUMD paling solid karena mampu menjaga keseimbangan antara profit, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Ning Lia di Surabaya, Rabu (8/7/2026).

Menurut Ning Lia, capaian tersebut membuktikan perusahaan daerah mampu tumbuh sebagai institusi bisnis yang sehat tanpa meninggalkan fungsi sosialnya. Tata kelola yang profesional serta inovasi yang terus dikembangkan dinilai menjadi modal penting Bank Jatim dalam mendukung pembangunan ekonomi di Jawa Timur.

Ia juga berharap Bank Jatim terus mempertahankan kinerja positif sekaligus memperluas kontribusi terhadap sektor produktif, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan perbankan kepada sektor riil, kata dia, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan.

Apresiasi dari DPD RI tersebut menambah deretan pengakuan terhadap kinerja Bank Jatim yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, tata kelola perusahaan, dan peran sebagai motor penggerak ekonomi daerah.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.