Unusa Terima 10 Mahasiswa Perdana PPDS Paru dan Obgyn

oleh -418 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menerima 10 mahasiswa angkatan pertama Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) serta Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Langkah ini menjadi tonggak baru pengembangan pendidikan kedokteran sekaligus mendukung percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menegaskan penyelenggaraan PPDS merupakan amanah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Kesehatan kepada perguruan tinggi yang memiliki mutu pendidikan yang telah diakui. “Kepercayaan untuk menyelenggarakan PPDS merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Fakultas Kedokteran Unusa telah meraih akreditasi Unggul, sehingga kami berkewajiban menghadirkan pendidikan dokter spesialis yang berkualitas sekaligus berkontribusi menjawab kebutuhan nasional akan dokter spesialis,” terang Prof. Tri Yogi.

Ia menambahkan, seluruh mahasiswa angkatan pertama telah menandatangani komitmen untuk kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pemerataan layanan kesehatan, khususnya di wilayah yang masih kekurangan dokter spesialis.

Prof. Tri Yogi juga menegaskan Unusa tidak mentoleransi praktik perploncoan maupun segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus. “Saya tidak akan mentoleransi segala tindakan kekerasan yang terjadi dalam lingkungan Unusa. Kami juga telah memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi yang siaga,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Prof. Budi Santoso, mengatakan mahasiswa angkatan pertama berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk wilayah kepulauan seperti Masalembu. “Latar belakang mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah menunjukkan kebutuhan dokter spesialis memang sangat besar. Kami berharap setelah menyelesaikan pendidikan, mereka kembali membawa kompetensi terbaik untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah masing-masing,” kata Prof. Budi Santoso.

Baca Juga :  BINUS @Malang Buka Beasiswa hingga 100 Persen, Siapkan Talenta Digital dan Technopreneur Masa Depan

Pembukaan PPDS di Unusa sejalan dengan agenda nasional mempercepat pemenuhan dokter spesialis. Saat ini Indonesia baru mampu menghasilkan sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun, sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai sekitar 32.000 dokter spesialis setiap tahun.(tok)