FPIK UB Dampingi UMKM Kopi dan Lele Urus Sertifikasi Halal

oleh -336 Dilihat
Oleh
Tama
Reporter
Foto: Tama/kilasjatim

KILASJATIM.COM, Malang – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) menggandeng Pendamping Proses Produk Halal (PPH) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mendampingi pelaku UMKM mengurus sertifikasi halal. Pendampingan menyasar produk kopi dan olahan lele guna memperkuat legalitas usaha sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.

Program pendampingan itu dipimpin dosen Program Studi Budidaya Perairan FPIK UB, Zulkisam Pramudia, bersama Pendamping PPH UIN Malang, Sri Indah.

UMKM yang mendapat pendampingan yakni produsen kopi dan olahan kopi SidoSugih serta Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Barokah Jaya yang memproduksi lele marinasi dan lele krispi.

Selama pendampingan, pelaku usaha dibimbing memahami tahapan pengajuan sertifikasi halal, mulai dari penelusuran bahan baku, proses produksi, sanitasi peralatan, hingga penyusunan dokumen administrasi.

Zulkisam mengatakan sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan nilai tambah produk UMKM, khususnya yang berbasis hasil perikanan.

“Produk olahan lele memiliki potensi pasar yang besar. Agar semakin dipercaya konsumen dan mampu bersaing, pelaku usaha perlu memiliki legalitas, termasuk sertifikasi halal,” ujarnya.

Menurutnya, pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat agar pelaku usaha tidak hanya mengembangkan budidaya ikan, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Ia berharap Pokdakan Barokah Jaya dapat mengembangkan usaha secara terintegrasi dari sektor budidaya hingga produk siap konsumsi, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Pendamping PPH UIN Malang, Sri Indah, menjelaskan bahwa proses sertifikasi halal tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan seluruh tahapan produksi memenuhi standar kehalalan.

“Sertifikasi halal bukan sekadar label, tetapi bentuk tanggung jawab kepada konsumen,” katanya.

Baca Juga :  Gerak Cepat Kemkomdigi, Akses Internet Sumut Pulih 97,8 Persen Usai Banjir dan Longsor

Menurut Sri Indah, produk kopi SidoSugih maupun olahan lele milik Pokdakan Barokah Jaya memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung legalitas usaha dan jaminan halal.

Selain meningkatkan daya saing UMKM, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha lokal. Pendampingan tersebut sekaligus mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, dan kemitraan.

Melalui program ini, FPIK UB berharap produk kopi SidoSugih dan olahan lele Pokdakan Barokah Jaya memiliki jaminan halal, semakin dipercaya konsumen, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.(TAM)