KILASJATIM.COM, Surabaya – KAI Commuter mencatat telah melayani sebanyak 8.528.571 pengguna sepanjang semester I tahun 2026 di wilayah Area VIII Surabaya. Momentum libur sekolah ikut mendongkrak jumlah penumpang KAI Commuter di wilayah operasional Surabaya. Sepanjang Semester I 2026, layanan kereta komuter mencatat pertumbuhan positif dengan total 8,8 juta pengguna atau naik sekitar 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan volume tersebut naik sekitar 8,2% dibandingkan semester I tahun 2025 yang tercatat sebanyak 7.879.862 pengguna.
“Peningkatan volume pengguna ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik, khususnya Commuter Line, yang aman, nyaman, dan terjangkau. Salah satu kontributor penting adalah kereta Supas yang melayani mobilitas harian masyarakat,” ujar Leza Arlan, Senin (6/7/2026).
Lonjakan juga terlihat selama masa libur sekolah. Sejak 20 hingga 30 Juni 2026, KAI Commuter telah melayani 529 ribu penumpang. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah karena periode liburan masih berlangsung. KAI Commuter memproyeksikan total penumpang selama masa libur sekolah tahun ini mencapai sekitar 588 ribu orang.
Dalam operasional sehari-hari, KAI Commuter menjalankan sekitar 50 perjalanan. Pada hari kerja (weekday), rata-rata penumpang mencapai 44 ribu orang per hari, sedangkan saat akhir pekan (weekend) meningkat menjadi sekitar 51 ribu orang.
Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak selama Semester I 2026, yakni sekitar 1,024 juta penumpang. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Wonokromo dengan 721 ribu penumpang, disusul Stasiun Malang sebanyak 268 ribu penumpang.
Berdasarkan layanannya, Commuter Line Penataran menjadi rute dengan jumlah pengguna terbesar, mencapai sekitar 5,577 juta penumpang. Sementara Commuter Line Dhoho melayani sekitar 2,6 juta penumpang dan Commuter Line Jenggala mencatat sekitar 1,095 juta pengguna.
Menurut Leza, peningkatan jumlah penumpang dipengaruhi sejumlah faktor. Selain adanya musim libur sekolah, Semester I 2026 juga diwarnai libur panjang, libur Idulfitri, hingga kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus berupa diskon tiket kereta ekonomi pada beberapa periode.
“Kombinasi libur panjang dan program diskon tiket turut mendorong masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi,” jelasnya.
Tak hanya mencatat pertumbuhan penumpang, KAI Commuter juga terus meningkatkan kualitas layanan. Sejumlah fasilitas yang telah dibenahi antara lain pembangunan guiding block di Stasiun Kepanjen, peningkatan sistem informasi penumpang, penataan wajah Stasiun Probolinggo, penggantian kursi ruang tunggu di sejumlah stasiun, hingga penyediaan fasilitas ruang laktasi.
Di Semester II 2026, peningkatan layanan akan kembali dilanjutkan. Area 8 Surabaya telah menyiapkan program renovasi fasilitas dasar seperti toilet dan musala di sejumlah stasiun yang berada di lintas Cepu, Kertosono, Blitar hingga Probolinggo.
Sementara itu, perpanjangan layanan menuju Probolinggo juga mulai menunjukkan dampak positif. Selama masa libur sekolah, jumlah penumpang pada relasi tersebut meningkat sekitar 6 persen dibanding sebelumnya.
KAI Commuter berharap peningkatan layanan dan fasilitas tersebut dapat semakin memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus memperkuat minat warga menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
Sementara itu Karina Amanda VP Corporate Secretary KAI Commuter mengatakan Layanan Commuter Line Supas menjadi salah satu faktor pendukung untuk memudahkan mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
“KAI Commuter terus berupaya memastikan keandalan perjalanan dan kenyamanan pengguna pada seluruh lini layanan KAI Commuter,” ujar Karina.
Komitmen Tingkatkan Layanan
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, sepanjang tahun 2025 hingga 2026 KAI Commuter telah melakukan berbagai pengembangan fasilitas di sejumlah stasiun Area VIII Surabaya, antara lain renovasi Hall Stasiun Kediri, Stasiun Blitar, Stasiun Kepanjen, dan Stasiun Kandangan.
Selain itu, KAI Commuter juga melengkapi fasilitas pendukung seperti musala, toilet, ruang laktasi, serta fasilitas pelayanan lainnya guna meningkatkan kenyamanan seluruh pengguna.
Memasuki Semester II Tahun 2026, KAI Commuter optimistis tren pertumbuhan pengguna akan terus berlanjut seiring dengan peningkatan kualitas layanan yang berkesinambungan, baik dari sisi keandalan operasional, pelayanan di stasiun, maupun kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
KAI Commuter juga mengimbau pengguna Commuterline Supas untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta melakukan pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi
Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan. Pengguna diharapkan datang lebih awal ke stasiun, menjaga barang bawaan, serta mendampingi anak-anak selama perjalanan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Jawa Timur yang terus memilih Commuter Line, khususnya Commuter Line Supas sebagai sarana transportasi andalan. KAI Commuter berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan perjalanan,” tutup Karina. (nov)
