PLN Buka Suara soal Mati Listrik Bergilir di Jawa, Ini Penyebabnya

oleh -308 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Salah satu ruang perkantoran yang alami pemadaman bergilir yang dilakukan PLN. (Foto: kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sejumlah wilayah di Pulau Jawa kembali mengalami pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir. PT PLN (Persero) menyebut kondisi tersebut dipicu gangguan pada dua unit pembangkit besar yang menyebabkan kemampuan pasokan listrik sistem menurun.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan gangguan teknis pada pembangkit membuat perusahaan harus melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah daerah guna menjaga keandalan pasokan listrik.

Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan listrik di tengah berkurangnya daya pasok dari sistem.

PLN saat ini mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain sekaligus melakukan pengaturan operasi sistem agar dampak kepada pelanggan dapat ditekan.

“PLN terus melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik,” ujar Greg dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (20/6/2026).

PLN memastikan kebijakan pemadaman bergilir hanya bersifat sementara. Penghentian manajemen beban akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi pasokan listrik kembali normal.

Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak pemadaman.

Munculnya pemadaman bergilir ini menjadi sorotan karena sehari sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan tidak akan ada lagi pemadaman listrik bergilir.

Usai rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (18/6/2026), Bahlil menegaskan pasokan energi primer pembangkit PLN dalam kondisi aman.

Saat itu, Bahlil mengakui sempat terjadi kendala pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah pembangkit. Namun, ia memastikan kondisi pasokan pada Juni 2026 tetap terjaga.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Alokasi Pupuk Subsidi 9,55 Juta Ton pada 2026

Menurut Bahlil, kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2026 mencapai 154 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 134 juta ton telah dikontrak sehingga pasokan dinilai cukup untuk mendukung operasional pembangkit.

“Overall nggak ada masalah,” kata Bahlil saat menjelaskan kondisi pasokan batu bara nasional.

Meski demikian, PLN menegaskan pemadaman yang terjadi kali ini bukan disebabkan persoalan pasokan energi primer, melainkan gangguan teknis pada unit pembangkit yang berdampak pada kemampuan sistem kelistrikan dalam memenuhi kebutuhan listrik pelanggan. (cit) 

No More Posts Available.

No more pages to load.