Dinkes Sidoarjo: Tingginya Temuan Kasus TBC Jadi Bukti Sistem Deteksi Berjalan Efektif

oleh -635 Dilihat

Foto Ilustrasi

 

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Tingginya angka temuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sidoarjo tidak selalu mencerminkan memburuknya kondisi kesehatan masyarakat. Sebaliknya, capaian tersebut menunjukkan sistem penemuan kasus yang dijalankan pemerintah daerah berjalan efektif dan mampu menjangkau penderita yang sebelumnya belum terdeteksi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmi Herawati Yuantina, mengatakan bahwa salah satu indikator keberhasilan program pengendalian TBC diukur dari kemampuan daerah dalam menemukan kasus yang ada di masyarakat.

Menurutnya, pemerintah pusat menargetkan setiap daerah mampu menemukan minimal 90 persen dari estimasi kasus TBC. Kabupaten Sidoarjo bahkan berhasil melampaui target tersebut dengan capaian penemuan kasus di atas 100 persen pada tahun 2024 maupun 2025.

“Jika jumlah kasus TBC yang ditemukan tinggi, secara surveilans justru menunjukkan sistem penemuan kasus bekerja sangat baik. Program TBC berhasil menemukan lebih banyak kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi. Target penemuan kasus minimal 90 persen bahkan telah terlampaui karena capaian temuan kasus di Sidoarjo pada 2024 dan 2025 berada di atas 100 persen,” ujar Lakshmi, Minggu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai strategi yang diterapkan Dinas Kesehatan Sidoarjo bersama fasilitas layanan kesehatan. Langkah-langkah tersebut meliputi skrining aktif di masyarakat, investigasi kontak terhadap keluarga pasien TBC, pemanfaatan teknologi Tes Cepat Molekuler (TCM), hingga optimalisasi pelaporan kasus dari fasilitas kesehatan swasta.

Melalui pendekatan tersebut, kasus-kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi dapat ditemukan lebih cepat sehingga pasien segera mendapatkan penanganan dan pengobatan yang sesuai.

Meski demikian, Lakshmi menegaskan bahwa tingginya angka penemuan kasus tidak cukup jika tidak dibarengi dengan keberhasilan pengobatan. Menurutnya, pasien yang telah terdiagnosis harus menjalani terapi hingga tuntas agar sembuh dan tidak menjadi sumber penularan baru di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :  Surabaya Bentuk Satgas Premanisme, Warga Diminta Berani Lapor

“Temuan kasus yang tinggi harus diikuti dengan pengobatan yang optimal. Minimal 95 persen dari seluruh kasus yang ditemukan harus menjalani pengobatan hingga tuntas agar sembuh dan tidak lagi menjadi sumber penularan di masyarakat,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat upaya deteksi dini dan pengobatan TBC sebagai bagian dari komitmen mendukung target eliminasi TBC nasional. Selain meningkatkan penemuan kasus, pemerintah daerah juga berfokus pada keberhasilan pengobatan agar rantai penularan dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.(TAM)