Rupiah Melemah, Dolar AS Bergerak di Atas Rp18.000

oleh -332 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menekan rupiah. Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mata uang Negeri Paman Sam bahkan sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Investing, dolar AS pagi ini menguat 0,28% atau 49,4 basis poin ke level Rp18.015. Dalam pergerakan harian, kurs dolar bergerak di rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.

Sementara itu, data Google Finance mencatat dolar AS sempat berada di posisi Rp18.010 pada pukul 06.23 WIB sebelum turun ke level Rp17.971 sekitar pukul 07.15 WIB. Adapun data Bloomberg menunjukkan dolar AS masih menguat 0,71% secara harian dan terakhir diperdagangkan di level Rp17.966.

Menguatnya dolar AS terjadi di tengah tekanan yang masih membayangi pasar keuangan global. Kondisi tersebut turut berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi pelemahan rupiah, Bank Indonesia (BI) memastikan terus memantau perkembangan pasar keuangan global maupun domestik. Bank sentral juga menegaskan akan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pihaknya akan terus hadir di pasar guna memastikan mekanisme pasar berjalan baik dan likuiditas valuta asing tetap terjaga.

“BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas pasar keuangan,” ujar Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas, BI sejak 2 Juni 2026 memberlakukan batas transaksi pembelian valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying hingga US$25.000 per pelaku setiap bulan.

Selain itu, BI terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko gejolak nilai tukar.

Baca Juga :  OJK, BI dan Pemrpov Jatim Vaksinasi 3000 Insan Jasa Keuangan

Saat ini, kerja sama LCT Indonesia telah terjalin dengan sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Tembusnya level Rp18.000 menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan masih kuatnya tekanan terhadap rupiah. Ke depan, arah pergerakan kurs akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter, serta respons pasar terhadap langkah-langkah stabilisasi yang ditempuh BI. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.