Malam Dingin, Siang Panas di Surabaya, Ini Penyebabnya

oleh -236 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Suhu di Surabaya panas saat siang dan dingin ketika malam hari. BMKG menyebut disebabkan mulai memasuki masa musim kemarau. (Foto: istock)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sejumlah warga Surabaya belakangan merasakan suhu udara lebih dingin saat malam hari. Kondisi ini ternyata berkaitan dengan musim kemarau yang mulai berlangsung di wilayah Jawa Timur.

Prakirawan BMKG Juanda, Restina Wardhani, menjelaskan udara terasa lebih dingin pada malam hari karena tutupan awan berkurang selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lebih cepat saat malam.

“Surabaya dan sekitarnya telah memasuki musim kemarau. Pada malam hari tutupan awan lebih sedikit sehingga suhu udara terasa lebih dingin, sedangkan pada siang hari akan terasa lebih panas,” ujarnya dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (3/6/2026).

Menurut BMKG, fenomena malam yang lebih dingin dan siang yang lebih terik merupakan karakteristik umum saat musim kemarau. Minimnya awan membuat panas matahari lebih mudah mencapai permukaan bumi pada siang hari, sementara pada malam hari panas yang tersimpan lebih cepat terlepas ke atmosfer.

BMKG memperkirakan suhu terendah di Surabaya dan sekitarnya saat ini dapat mencapai 26 derajat Celsius. Kondisi tersebut diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring dominasi cuaca cerah selama musim kemarau.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar matahari yang lebih terik pada musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko gangguan kulit dan dehidrasi.

Karena itu, BMKG menyarankan warga menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi paparan sinar matahari langsung, terutama pada siang hari.(cit)

Baca Juga :  Damkar Surabaya Wanti-wanti Warga soal Bahaya Bakar Sampah

No More Posts Available.

No more pages to load.