Yogyakarta dan Banyuwangi Perkuat Sinergi Pengembangan Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Penataan Kota

oleh -619 Dilihat

KILASJATIM.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan penataan perkotaan. Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Studi Pengembangan Wisata, Desa Wisata, Penataan Perkotaan dan Ekonomi Kreatif Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ke Pemerintah Kota Yogyakarta yang digelar di Hotel De Djokja, Sabtu (30/5/2026).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan daerah.

“Kalau ingin pariwisata dan ekonomi kreatif maju, maka SDM-nya harus dibangun. Stunting harus dituntaskan, perempuan harus berdaya, dan anak muda harus mampu bekerja sekaligus menciptakan lapangan kerja,” ujar Hasto.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus mengembangkan pembangunan berbasis kolaborasi melalui berbagai program inovatif, seperti One Village One Sister University dan One Village One Sister Company. Program tersebut mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus mengembangkan potensi daerah.

Salah satu fokus kolaborasi tersebut adalah pengelolaan sampah, pengembangan kampung tematik, serta penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis masyarakat.

“Kami membangun kolaborasi untuk menuntaskan masalah sampah, mengembangkan kampung tematik yang dapat menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Hasto juga memaparkan program MAS JOS yang saat ini menjadi bagian dari rekonstruksi sosial di Kota Yogyakarta. Program tersebut mencakup pengelolaan sampah dari sumbernya, normalisasi sungai, hingga pengembangan kawasan sungai sebagai ruang publik yang produktif.

Baca Juga :  Yuk, Cepat Daftar Rek! Lomba Desain Motif Batik Khas Suroboyo di Pemkot Surabaya

Salah satu kawasan yang tengah dikembangkan adalah Sungai Code. Pemkot Yogyakarta melihat potensi besar sungai tersebut untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata minat khusus, termasuk wisata arung jeram.

“Kami sedang menggarap pengelolaan sampah dari sumber, normalisasi sungai, dan ke depan ingin mengembangkan potensi Sungai Code menjadi wisata arung jeram. Setelah kami susur sungai, ternyata ada potensi yang sangat menarik untuk dikembangkan,” ujarnya.

Meski demikian, Hasto mengakui bahwa Yogyakarta juga perlu belajar dari keberhasilan Banyuwangi dalam mengembangkan desa wisata dan penyelenggaraan berbagai event pariwisata yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

“Kami juga harus banyak belajar dari Banyuwangi. Pengelolaan desa wisatanya luar biasa, event wisatanya juga banyak dan mampu menarik wisatawan dalam skala nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari berbagai praktik baik yang telah diterapkan Kota Yogyakarta, terutama dalam menjaga kekuatan budaya dan kearifan lokal sebagai fondasi pengembangan pariwisata.

Menurut Ipuk, Yogyakarta memiliki kemampuan menjaga nilai-nilai budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kami ingin belajar bagaimana Yogyakarta mampu menjaga kekuatan budaya dan local wisdom sehingga tetap relevan dan berkelanjutan dalam mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, Banyuwangi juga terus mendorong pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pengembangan desa wisata, penguatan ekonomi kreatif, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, kedua daerah sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi dan saling berbagi pengalaman guna menciptakan model pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, berbasis budaya, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.