Blue Moon Hiasi Langit Surabaya Malam Ini, BMKG: Peluang Pengamatan Sangat Baik.

oleh -561 Dilihat
Ilustrasi foto blue moon terjadi di Surabaya pada 31 Mei 2026, Fenomena tersebut diprediksi dapat terlihat dengan baik karena kondisi cuaca yang diperkirakan cerah sepanjang malam. (Foto : Pixabay)

KILASJATIM.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menginformasikan bahwa fenomena astronomi Blue Moon diperkirakan dapat diamati di wilayah Surabaya pada Sabtu malam (31/5/2026). Melalui akun Instagram @infobmkgjuanda, BMKG menyebut kondisi cuaca yang diprediksi cerah sepanjang malam akan mendukung pengamatan fenomena tersebut.

Dalam unggahannya, BMKG menjelaskan bahwa Blue Moon bukan berarti bulan akan tampak berwarna biru. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut fenomena ketika terjadi dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender yang sama.

Meski tidak menampilkan warna biru, kemunculan Blue Moon tetap menjadi salah satu peristiwa astronomi yang menarik perhatian masyarakat maupun para pengamat langit karena frekuensi kejadiannya yang relatif jarang.

Berdasarkan simulasi yang dibagikan BMKG, bulan diperkirakan terbit pada pukul 17.11 WIB, mencapai posisi tertinggi di langit sekitar pukul 23.39 WIB, dan terbenam pada pukul 05.16 WIB keesokan harinya. Selama rentang waktu tersebut, warga Surabaya berkesempatan menikmati pemandangan bulan purnama dengan kondisi langit yang mendukung.

BMKG memprakirakan cuaca di Surabaya pada malam hari akan cerah sehingga peluang pengamatan Blue Moon dinilai sangat baik. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 65 hingga 90 persen dan kecepatan angin sekitar 5 hingga 15 kilometer per jam.

Selain Blue Moon, masyarakat juga berpotensi menyaksikan sejumlah objek langit lainnya. BMKG menyebut planet Venus dan Jupiter diperkirakan dapat terlihat setelah matahari terbenam sehingga menambah daya tarik bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan langit malam.

Untuk mendapatkan pengalaman pengamatan yang optimal, BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi yang minim polusi cahaya. Warga juga disarankan memanfaatkan kondisi cuaca cerah dan menggunakan tripod apabila ingin mengabadikan fenomena tersebut melalui fotografi malam.

Baca Juga :  Masyarakat Jatim Diminta Waspada Cuaca Ekstrem pada Malam Pergantian Tahun Baru

Menurut BMKG, waktu terbaik untuk mengamati Blue Moon diperkirakan berlangsung sejak bulan mulai terbit hingga sekitar tengah malam, ketika posisi bulan masih cukup tinggi dan mudah diamati.

Melalui unggahan tersebut, BMKG juga mengajak masyarakat untuk membagikan informasi mengenai fenomena Blue Moon kepada keluarga dan kerabat agar semakin banyak warga dapat menikmati salah satu peristiwa astronomi yang jarang terjadi tersebut. (UQV)

No More Posts Available.

No more pages to load.