Khofifah Tekankan Penguatan Koordinasi Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi Pangan

oleh -146 Dilihat

KILASJATIM.COM, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antar daerah dan antar lembaga sebagai langkah antisipatif dalam mengendalikan inflasi pangan serta menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen, Kota Malang. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Khofifah meninjau sejumlah lapak pedagang yang menjual sembako, sayuran, daging ayam, hingga daging sapi. Ia juga berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli untuk mendapatkan gambaran kondisi harga dan pasokan kebutuhan pokok secara riil di lapangan.

Pasar Klojen dipilih sebagai lokasi pemantauan karena menjadi salah satu pasar referensi dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digunakan untuk memantau perkembangan harga berbagai komoditas strategis.

“Monitoring langsung seperti ini penting sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Khofifah, Jumat, 29/5/2026.

Usai melakukan peninjauan, Khofifah mengapresiasi pengelolaan Pasar Klojen yang dinilai mampu mengintegrasikan pasar basah dengan sentra kuliner secara tertata, bersih, dan nyaman. Menurut dia, kondisi tersebut menjadikan Pasar Klojen sebagai salah satu destinasi wisata kuliner tradisional yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyoroti distribusi beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita. Ia meminta adanya koordinasi yang lebih intensif antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang, dan Perum Bulog agar distribusi kedua komoditas tersebut dapat berjalan lebih optimal.

“Sebagian besar masyarakat Kota Malang mungkin sudah terbiasa mengonsumsi beras premium, tetapi beras medium tetap harus tersedia. Stok beras medium SPHP di Jawa Timur saat ini cukup tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Mutasi Besar-besaran di Polri: 702 Personel Rotasi Jabatan, 3 Polwan Jabat Kapolres

Menurut Khofifah, seluruh lapisan masyarakat harus dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Karena itu, temuan terkait harga Minyakita yang masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) menjadi perhatian serius pemerintah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antar daerah (KAD) untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi, terutama cabai rawit dan bawang merah. Berdasarkan hasil pemantauan, harga bawang merah saat ini berada pada kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Sementara harga cabai rawit berkisar Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga telur masih relatif stabil dan cenderung menurun. Harga daging sapi juga terpantau tetap stabil menjelang Idul Adha, berbeda dengan tren kenaikan yang biasanya terjadi menjelang Ramadan dan setelah Idul Fitri.

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga bahan pokok. Ia juga berharap pengelolaan Pasar Klojen yang terintegrasi dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam menghadirkan inovasi pengembangan pasar rakyat.

“Ini bisa menjadi referensi bagi kabupaten dan kota lain. Integrasi pasar tradisional dengan pusat kuliner seperti ini sangat baik dan memiliki daya tarik tersendiri,” pungkasnya. (Den)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.