RPH Surabaya Klaim Pelanggan Tetap Meski Relokasi Ditolak

oleh -188 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Proses pemotongan hewan kurban di RPH Surabaya
Foto: dok RPH Surabaya

KILASJATIM.COM, Surabaya -Rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya dari Pegirian ke Tambak Oso Wilangun (TOW) dipastikan tetap berjalan usai Idul Adha 1447 Hijriah. Meski sebelumnya sempat mendapat penolakan dari pedagang, jumlah pelanggan jasa pemotongan hewan kurban disebut tidak terdampak.

Direktur Utama Perseroda RPH Surabaya Fajar A Isnugroho mengatakan proses pemindahan aktivitas pemotongan sapi direncanakan dimulai pada 1 Juni 2026.

Namun, relokasi baru dilakukan setelah Idul Adha lantaran sejumlah sarana dan prasarana di lokasi baru masih dalam tahap penyelesaian.

“Kenapa menunggu setelah Idul Adha, karena di Tambak Oso Wilangun masih ada beberapa sarana prasarana yang harus diselesaikan. Saya tidak ingin buru-buru pindah sementara di sana belum selesai,” kata Fajar dalam keterangannya yang dikutip Kamis (28/5/2026).

Sebelumnya, rencana relokasi sempat menuai demonstrasi dari pedagang dan pelaku usaha yang menggantungkan aktivitas ekonomi di kawasan RPH Pegirian. Mereka khawatir pemindahan lokasi berdampak pada mata pencarian ribuan warga.

Meski demikian, Fajar mengklaim mayoritas pelanggan tetap menggunakan layanan RPH Surabaya dan menyesuaikan diri dengan lokasi baru.

“Alhamdulillah mayoritas menyatakan tidak keberatan. Pelanggan-pelanggan tetap kami tidak pindah atau lari, tapi menyesuaikan dengan lokasi baru di Tambak Oso Wilangun,” ujarnya.

Pada musim kurban tahun ini, sebanyak 180 ekor sapi dipotong di RPH Pegirian. Proses penyembelihan berlangsung mulai Rabu (27/5/2026) hingga Sabtu (30/5/2026) sebelum hari tasyrik.

RPH Surabaya juga masih membuka pendaftaran tambahan bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa pemotongan hewan kurban.

“Kami masih memberikan kesempatan. Pendaftaran terakhir dibuka sampai Kamis besok dan masih ada slot di hari Jumat dan Sabtu,” kata Fajar.

Tahun ini, RPH Surabaya tidak menjual hewan kurban. Perusahaan hanya menyediakan layanan pemotongan dan pengolahan daging.

Baca Juga :  Pemkab Banyuwangi Ajak Warga Kurangi Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban

Untuk jasa potong, kemas, dan kirim dipatok Rp 2,8 juta per ekor. Sedangkan layanan potong dan lepas tulang dibanderol Rp 2 juta.

Fajar menjelaskan layanan tersebut memudahkan panitia kurban karena daging sudah diproses sebelum dibagikan kepada masyarakat.

“Potong daging lepas tulang, artinya karkas masih besar-besar dan memungkinkan panitia mencacah, menimbang, mengemas, lalu membagikan,” pungkasnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.