Khofifah Tinjau Produksi Gula di PG Ngadirejo Kediri, Optimistis Swasembada Gula Nasional Tercapai 2026

oleh -319 Dilihat

KILASJATIM.COM, Kediri — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, pekan lalu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penggilingan tebu berjalan optimal di tengah meningkatnya produksi pada musim giling tahun ini.

Setibanya di lokasi, Khofifah melihat secara langsung berbagai tahapan produksi gula, mulai dari pembongkaran tebu dari truk pengangkut, proses penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan, hingga pengemasan gula siap distribusi.

Suasana pabrik tampak sibuk sejak pagi hari. Antrean truk pengangkut tebu terlihat terus berdatangan untuk memasok kebutuhan giling pabrik. Tingginya aktivitas tersebut, menurut Khofifah, menjadi indikator meningkatnya produktivitas tebu di Jawa Timur pada musim panen tahun ini.

“Insya Allah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan. Jadi proses perbaikan di berbagai lini terus dilakukan supaya ritme produksi bisa semakin baik,” kata Khofifah.

Ia meminta seluruh jajaran pabrik memastikan proses penggilingan berjalan maksimal agar antrean kendaraan dapat segera teratasi dan kualitas hasil produksi tetap terjaga.

PG Ngadirejo sendiri merupakan salah satu unit usaha strategis milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Pabrik tersebut memiliki kapasitas penggilingan terpasang mencapai 7.000 Ton Cane Per Day (TCD). Pada musim giling 2025, PG Ngadirejo tercatat berhasil menyelesaikan penggilingan sebanyak 10.676.262 kuintal tebu.

Menurut Khofifah, kapasitas besar tersebut harus diiringi peningkatan kualitas produksi, terutama melalui penguatan rendemen gula. Rendemen menjadi faktor penting karena menentukan jumlah gula yang dihasilkan dari setiap tebu yang digiling.

“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5 persen. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Siapkan Beberapa Alternatif Venue

Khofifah menilai optimalisasi kinerja pabrik gula akan semakin memperkuat upaya mencapai target swasembada gula konsumsi nasional. Apalagi Jawa Timur saat ini menjadi provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia sekaligus penyumbang utama produksi gula nasional.

Berdasarkan data, kontribusi Jawa Timur terhadap produksi gula nasional mencapai 51 persen. Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat mencapai 1.343.995 ton atau menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Jumlah tersebut jauh melampaui produksi provinsi lain, seperti Lampung yang memproduksi sekitar 663.198 ton dan Jawa Tengah sekitar 344.243 ton.

“Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jatim,” ucap Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada para petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga stabilitas produksi gula nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai pada akhir 2026. Menurut dia, optimisme tersebut didukung peningkatan produktivitas tebu serta inovasi yang terus dilakukan berbagai pabrik gula.

“Bahkan untuk produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya. Kami berharap PG Ngadirejo menjadi pilar swasembada gula nasional,” tegas Mahmudi. (Den)

No More Posts Available.

No more pages to load.