KILASJATIM. COM, Surabaya – Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular, dr. Edwin Yosef Widjaja, M.Ked.Klin.Sp.BTKV, Subsp. JD (K), FIATCVS, FICS membawa kabar gembira bagi mereka yang menderita varises, yakni gangguan pada sistem peredaran darah (kardiovaskular), tepatnya pada pembuluh balik (vena).
Kini National Hospital memiliki pusat unggulan Vascular & Vein Clinic yang menawarkan layanan spesialis terpadu yang dirancang khusus untuk perawatan vascular dan vena. Keunggulan National Hospital Vascular & Vein Clinic terletak pada tim dokter ahli yang tidak hanya siap memberikan diagnosis akurat, tetapi juga perawatan holistik dan berkelanjutan.
Sebagaimana yang terjadi di Masyrakat, Varises kerap dianggap sebagai masalah yang mengganggu penampilan atau estetika hingga perlu perawatan layaknya merawat kecantikan. Padahal, varises sebenarnya adalah penyakit pembuluh darah.
Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah akibat kerusakan katup vena, sehingga darah menumpuk dan pembuluh terlihat menonjol berwarna biru atau ungu. Maka dari itu, penangannya pun harus selayaknya penanganan pada penyakit alias harus mendapatkan perawatan medis.
Terlebih, varises bisa menjadi penyakit kronis atau yang dikenal dengan Chronic Venous Insufficiency (CVI) atau Insufisiensi Vena Kronis. Dalam acara talkshow bertema Learn more with us Comprehensive Therapy in Managing Varices ‘Kaki Indah Bebas Varises’ pada Sabtu, 23 Mei 2026, , National Hospital bekerjasama dengan Jayanata menghadirkan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular, dr. Edwin Yosef Widjaja, M.Ked.Klin.Sp.BTKV, Subsp. JD (K), FIATCVS, FICS dan Head Aesthetic Doctor at Jayanata, dr. Amelia Gonta W. Dipl.Cibtac (AAM).
Dokter Edwin menerangkan kalau ada gejala dan tanda klinis yang dialami penderita CVI.
“Gejala klinis Varises Kronis itu diantaranya nyeri pada tungkai, sensasi terbakar, kaki terasa berat, pembengkakan, serta timbul rasa gatal. Sementara tanda klinisnya itu telangiektasia (spider veins/vena dengan garis mirip sarang laba-laba), vena yang menonjol, edema (pitting maupun non-pitting), perubahan kulit (atrofi putih/atrophie blanche, dermatitis, purpura) hingga ulkus/luka pada tungkai,” ujar dr. Edwin.
Untuk mengatasinya, kata dr. Edwin, ada beberapa pilihan terapi yang bisa dilakukan di National Hospital diantaranya obat venoaktif, skleroterapi (menyuntikkan larutan khusus ke pembuluh darah bermasalah), EVLT atau Endovenous Laser Therapy (menggunakan energi panas dari sinar laser untuk menutup dan menghancurkan pembuluh darah vena yang bermasalah dari dalam).
RFA atau Radiofrequency Ablation (menggunakan energi gelombang radio untuk menghasilkan panas untuk mematikan jaringan abnormal atau saraf tertentu), EVCA (Endovenous Cyanoacrylate Ablation) atau Lem Medis (menggunakan lem bedah khusus untuk menutup pembuluh darah yang bermasalah dari dalam), hingga operasi/pembedahan (mengatasi varises dengan cara menutup, mengikat, atau mengangkat pembuluh darah yang bermasalah. (nov)
