Arus Peti Kemas TPS Tumbuh 4,31 Persen pada April 2026, Kuasai 83 Persen Pasar Internasional

oleh -581 Dilihat

KILASJATIM.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan tren positif pada kinerja operasional bulanan sepanjang April 2026. Anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas tersebut membukukan pertumbuhan arus peti kemas sebesar 4,31 persen secara bulanan atau month-on-month.

Volume peti kemas TPS meningkat dari 114 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Maret 2026 menjadi 119 ribu TEUs pada April 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang dominasi peti kemas internasional yang mencapai 116 ribu TEUs, sedangkan lini domestik menyumbang sekitar 3 ribu TEUs.

Dari sektor perdagangan internasional, aktivitas ekspor dan impor TPS juga menunjukkan pertumbuhan positif. Volume ekspor tercatat naik 3,64 persen menjadi 57 ribu TEUs, sementara arus impor meningkat 9,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 59 ribu TEUs.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketangguhan operasional TPS di tengah dinamika industri logistik global dan proses transformasi yang sedang berjalan.

“Pertumbuhan arus peti kemas pada April 2026 secara month-on-month menunjukkan bahwa kinerja operasional TPS tetap resilience. Kenaikan aktivitas ekspor dan impor ini mencerminkan adanya perbaikan pada aktivitas perdagangan serta komunikasi dengan semua pihak yang terjalin harmonis,” ujar Erika dalam keterangannya.

Meski mencatatkan pertumbuhan secara bulanan, performa tahunan TPS masih menghadapi tantangan penyesuaian pasar. Sepanjang Januari hingga April 2026, total arus peti kemas ekspor dan impor terkoreksi 5,5 persen menjadi 472 ribu TEUs dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 498 ribu TEUs.

Menurut Erika, penurunan secara tahunan dipengaruhi faktor unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume kargo dan ship’s call kapal. Kondisi tersebut terjadi karena jadwal layanan pelayaran tetap dipertahankan, sementara pertumbuhan volume kargo belum secepat kapasitas angkut kapal yang tersedia.

Baca Juga :  Arus Kontainer di Terminal Petikemas Surabaya Naik 3,82 Persen

Di sisi lain, kunjungan kapal internasional ke TPS tetap meningkat sebesar 0,59 persen, dari 335 kunjungan pada awal tahun lalu menjadi 337 kunjungan selama empat bulan pertama tahun ini.

Saat ini TPS juga tengah menjalankan transformasi operasional secara bertahap melalui pengoperasian peralatan baru, di antaranya 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC). Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi layanan kepelabuhanan.

TPS menyatakan transformasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang prima dan andal bagi seluruh pengguna jasa di tengah dinamika industri logistik nasional maupun global.

Kinerja layanan TPS turut mendapat apresiasi dari Indonesian National Shipowners’ Association atau INSA Surabaya. Sekretaris DPC INSA Surabaya, Dwi Agus, menilai berbagai perbaikan operasional yang dilakukan TPS memberikan dampak positif terhadap efisiensi dan kepastian layanan bagi perusahaan pelayaran.

“Berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi efisiensi dan kepastian layanan bagi perusahaan pelayaran. Kami berharap TPS dapat terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung kelancaran rantai pasok,” ujar Dwi Agus.

Sepanjang dua bulan pertama tahun 2026, rata-rata kinerja bongkar muat TPS tercatat mencapai 50 box per ship per hour. Angka tersebut melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box per ship per hour.

Dengan capaian tersebut, TPS berhasil mempertahankan dominasi pasar dengan menguasai 83 persen market share peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (NEQ)

No More Posts Available.

No more pages to load.