Mahasiswa PENS Kembangkan AI untuk Belajar Bahasa Isyarat

oleh -194 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama PENSyarat AI untuk membantu siswa tunarungu mempelajari bahasa isyarat secara interaktif. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada siswa dan guru di SDLB-B Karya Mulya Surabaya.

Ketua tim pengembang PENSyarat AI, Muhammad Ariel Sulton, menjelaskan platform tersebut dirancang untuk membantu siswa tunarungu tingkat pemula memahami kosakata melalui visual dan pengenalan gestur Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). “Platform ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan pengenalan gestur SIBI untuk memudahkan siswa membaca secara visual dan belajar bahasa isyarat secara mandiri,” terang Ariel.

Dengan teknologi AI, platform mampu mendeteksi gerakan tangan pengguna secara real-time melalui kamera perangkat. Siswa dapat langsung mempraktikkan bahasa isyarat dan menerima umpan balik otomatis terkait ketepatan gerakan yang dilakukan. “Anak-anak bisa belajar sambil praktik langsung di depan kamera. Jika gerakannya belum tepat, sistem akan memberi koreksi sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan,” tambah Ariel.

Dosen pembimbing tim, Paramita Eka Wahyu Lestari, M.T., mengatakan inovasi tersebut merupakan pengembangan dari riset mahasiswa yang sebelumnya pernah diikutsertakan dalam kompetisi. Mereka tertantang mengembangkan karya ini menjadi solusi nyata untuk membantu mengatasi tantangan literasi dan komunikasi yang dihadapi anak berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu,” kata Paramita.

Guru pendamping kelas 4 SDLB-B Karya Mulya Surabaya, Sriati, menyambut positif inovasi tersebut karena dinilai mampu meningkatkan minat belajar siswa. “Anak-anak terlihat sangat tertarik mencoba inovasi ini. Jika diterapkan lebih lanjut, tentu akan sangat membantu proses pembelajaran bahasa isyarat,” kata Sriati.

Pihak sekolah berharap PENSyarat AI dapat dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan dalam kegiatan belajar harian guna membantu meningkatkan kemampuan komunikasi serta rasa percaya diri siswa tunarungu.(tok)