KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemandangan berbeda terlihat di ruang produksi SPPG Sukowono, Kecamatan Pujer. Sebelum aktivitas dimulai, para pekerja tidak langsung disibukkan dengan pekerjaan, melainkan terlebih dahulu berdiri rapi, menengadahkan tangan, dan memanjatkan doa bersama.
Di dalam ruangan yang higienis dan tertata rapi, seluruh karyawan SPPG Sukowono tampak bersiap memulai aktivitas kerja. Dengan mengenakan perlengkapan kerja lengkap seperti masker, celemek, dan penutup kepala, mereka menunjukkan komitmen terhadap kebersihan sekaligus kesiapan menjalankan tugas.
Kebiasaan ini telah menjadi budaya kerja yang terus dijaga di SPPG Sukowono. Doa bersama diyakini sebagai bentuk ikhtiar batin, agar setiap proses produksi berjalan lancar, aman, serta menghasilkan kualitas terbaik dan membawa keberkahan.
Kepala SPPG Sukowono, Afthon Ilman Mubarok, mengatakan bahwa kebiasaan memulai kegiatan dengan doa bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya membangun etos kerja yang berlandaskan nilai spiritual.
“Dengan doa, kami berharap setiap pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan manfaat dan keberkahan bagi semua,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, penerapan disiplin kerja yang diimbangi dengan nilai religius diyakini mampu membangun kekompakan tim serta meningkatkan rasa tanggung jawab setiap karyawan.
“Ketika diawali dengan niat yang baik, insyaAllah hasilnya juga akan baik. Ini yang terus kami tanamkan kepada seluruh karyawan,” tambahnya.
Suasana pun terasa khidmat. Hening sesaat menyelimuti ruangan, menciptakan momen refleksi sebelum kembali ke ritme kerja yang dinamis. Setelah doa selesai, para pekerja kembali bergerak, memulai aktivitas dengan semangat dan penuh tanggung jawab.
Penerapan nilai spiritual ini mencerminkan bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari proses yang dijalani. Di SPPG Sukowono, keseimbangan antara kerja dan doa menjadi fondasi utama dalam setiap langkah kerja.(wan)




