KILASJATIM.COM, Surabaya – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf memastikan seluruh persiapan akhir pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya 2026 telah rampung. Sebanyak 44.087 jemaah dijadwalkan berangkat dalam 116 kelompok terbang.
“Seluruh visa jemaah haji sudah keluar. Ini menunjukkan kesiapan kita dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar Irfan saat pelantikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Ia menegaskan, kesiapan tidak hanya pada dokumen, tetapi juga layanan pendukung, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga kesiapan petugas di lapangan.
Menurut Irfan, komposisi jemaah tahun ini membutuhkan perhatian ekstra. Jemaah perempuan mencapai sekitar 54 persen, ditambah kelompok lansia dan disabilitas yang juga cukup besar.
“Ini perlu standar pelayanan yang sama dan optimal agar jemaah berangkat dengan aman dan nyaman,” katanya.
Sebagai bagian dari pengecekan akhir, Menteri Haji bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kesiapan layanan, termasuk uji kelayakan makanan bagi jemaah. Menu disesuaikan dengan kebutuhan dan selera, termasuk opsi non-pedas.
Sementara itu, Khofifah yang ditunjuk sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya menekankan pentingnya sinergi antarpetugas untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan.
Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dari Kabupaten Probolinggo. Sedangkan kloter terakhir akan diberangkatkan pada 20 Mei dari wilayah Nganjuk, Kediri, dan Surabaya.
Dengan jumlah jemaah yang besar, Embarkasi Surabaya tidak hanya melayani Jawa Timur, tetapi juga jemaah dari Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah memastikan seluruh tahapan akhir berjalan sesuai rencana, sehingga proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung lancar.(FRI)


