KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) memperkuat perannya sebagai kampus berdampak dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (16/4/2026), bersama delapan perguruan tinggi lainnya.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan sinergi ini bertujuan membangun ekosistem perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang lebih komprehensif, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan riset dan kompetensi tenaga kerja. “Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas PMI agar memiliki keterampilan menengah hingga tinggi, sesuai arahan pemerintah,” terang Mukhtarudin.
Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung program tersebut melalui rencana pendirian migrant center. Fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat pelatihan, pendampingan, advokasi, serta pemberdayaan bagi calon maupun purna PMI. “Unitomo berkomitmen menghadirkan migrant center sebagai ruang strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil, tidak hanya bagi lulusan Unitomo, tetapi juga terbuka bagi lulusan kampus lain serta SMA dan SMK,” kata Rektor.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.
Ke depan, kehadiran migrant center di Unitomo diharapkan menjadi penghubung antara dunia pendidikan, industri internasional, dan pemerintah dalam mencetak pekerja migran yang profesional, terlindungi, dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.(tok)

