KILASJATIM.COM, Surabaya – Perjalanan Feriona Ayurizta Iliyas membuktikan bahwa langkah kecil yang dimulai tanpa ekspektasi bisa berujung pada peran besar. Mahasiswa semester 6 Program Studi Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini kini dipercaya sebagai Ketua Pengurus Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur periode 2025–2026.
Posisi tersebut tidak hanya prestisius, tetapi juga strategis karena menghimpun mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi dalam satu wadah pengembangan profesional.
Awal langkah Feriona dimulai pada awal 2024, saat ia masih semester 2. Ia mengikuti proses rekrutmen Anggota Muda IAI Jawa Timur setelah mendapat informasi dari dosen. Tanpa banyak pertimbangan, ia mendaftar hanya karena rasa ingin tahu. “Awalnya cuma ingin tahu kegiatannya seperti apa, jadi saya daftar saja,” terang Feriona.
Proses seleksi yang diikutinya tidak sederhana. Dari sekitar 100 pendaftar, hanya sekitar 50 orang yang lolos setelah melalui tahapan administrasi, tes tulis, dan wawancara selama tiga bulan. Bergabung sebagai staf Research and Development Department pada periode 2024–2025, Feriona sempat merasa tidak sesuai dengan minatnya di bidang keuangan.
Namun, ia memilih bertahan dan beradaptasi. “Saya sempat bertanya, tapi akhirnya dijalani saja. Ternyata justru banyak hal baru yang saya pelajari di sana,” kata Feriona. Keputusan untuk bertahan membuka lebih banyak peluang. Ia aktif dalam berbagai program kerja dan dipercaya menjadi bagian penting dalam kegiatan besar seperti Accounting Study Club, hingga menjadi Koordinator Seksi Acara dalam sejumlah agenda, termasuk Workshop Accurate dan Advance 2025.
Selama satu periode, ia terlibat dalam 51 program kerja yang memperluas pengalaman sekaligus jejaringnya dengan mahasiswa dari berbagai daerah.
Memasuki periode berikutnya, Feriona kembali dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan kepengurusan. Dorongan dari senior membuatnya mencoba melangkah lebih jauh dengan mengikuti seleksi lanjutan.
Tak disangka, ia justru masuk dalam jajaran kandidat Ketua Umum dan mengikuti tahapan orasi dalam pemilihan pada Juli 2025. “Saya sempat merasa ada tahapan yang berbeda karena diminta membuat visi misi. Dari situ diumumkan 10 nama yang lanjut ke tahap berikutnya,” tutur Feriona.
Sebagai mahasiswa yang masih relatif muda, rasa tidak percaya diri sempat muncul. Bahkan ketika namanya menjadi kandidat teratas, ia masih meragukan kemampuannya. “Saya sempat berpikir belum mampu, tapi ternyata saya dipercaya menjadi ketua,” ujar Feriona. Dalam pemilihan tersebut, Feriona meraih suara terbanyak dan resmi dilantik pada September 2025. Ia kemudian dikukuhkan dalam kegiatan Awakening 2025 dan menjabat hingga Agustus 2026.
Tanggung jawab sebagai ketua tidak ringan. Ia harus mengoordinasikan program kerja, menjalin komunikasi lintas kampus, hingga berperan dalam jaringan nasional Anggota Muda IAI. “Waktu pertama kali menjabat, saya sampai menangis karena merasa amanahnya besar sekali,” ungkap Feriona.
Di tengah kesibukan organisasi, Feriona tetap menjaga keseimbangan dengan aktivitas akademik dan kompetisi. Dukungan lingkungan kampus juga menjadi faktor penting dalam perjalanannya. “Teman-teman saling support, dosen juga memfasilitasi. Itu sangat membantu,” katanya.
Feriona berpesan agar mahasiswa berani mencoba dan percaya pada proses.
“Di awal kita pasti merasa tidak mampu. Tapi kalau kita yakin dengan diri kita, pasti bisa. Jangan takut mencoba dan terus belajar,” pesan Feriona. Kiprah Feriona menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang di ruang kelas, tetapi juga mampu mengambil peran penting dalam organisasi profesi dan berkontribusi dalam ekosistem akuntansi yang lebih luas.(tok)
