KILASJATIM.COM, Jakarta – Perum Bulog mengungkap adanya permintaan impor beras dari Malaysia hingga 200 ribu ton. Peluang ini tengah dijajaki sebagai potensi ekspor baru bagi Indonesia.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti permintaan tersebut dengan mengirim perwakilan untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.
“Salah satu direktur kami diminta berangkat ke Malaysia karena ada permintaan impor beras tidak kurang dari 200 ribu ton,” ujar Rizal dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, permintaan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menembus pasar ekspor beras di kawasan. Namun, Bulog masih dalam tahap eksplorasi untuk memastikan kesiapan pasokan dan skema kerja sama yang menguntungkan kedua pihak.
“Jumlahnya cukup besar, saat ini masih dijajaki,” katanya.
Di sisi lain, Bulog juga melaporkan penyerapan gabah petani dalam negeri terus berjalan. Hingga 13 April 2026, realisasinya mencapai sekitar 1,9 juta ton atau 48,7 persen dari target 4 juta ton setara beras.
Sementara itu, total stok beras Bulog tercatat mencapai sekitar 4,7 juta ton yang tersebar di berbagai gudang.
Dengan cadangan yang relatif kuat, peluang ekspor ini dinilai dapat menjadi opsi untuk menjaga keseimbangan stok sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengelolaan beras nasional.(cit)
