BMKG: Kemarau 2026 Lebih Kering, Datang Lebih Awal

oleh -455 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: dok/Istimewa)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau 2026 akan lebih kering, datang lebih awal, dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir.

Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Rajab menegaskan, kondisi ini bukan berarti kemarau paling ekstrem.

“Lebih kering dari rata-rata, tapi bukan yang terparah dalam 30 tahun,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

BMKG juga meluruskan informasi yang beredar di publik terkait istilah “kemarau ekstrem” atau sebutan seperti “El Nino Godzilla”. Menurut Fachri, istilah tersebut tidak digunakan secara ilmiah dan cenderung menyesatkan.

Ia menjelaskan, kemarau 2026 dipengaruhi fenomena El Nino yang mulai aktif pada akhir April hingga awal Mei. Dampaknya, curah hujan berkurang di sejumlah wilayah Indonesia.

Meski demikian, intensitas El Nino saat ini masih tergolong lemah dan diperkirakan meningkat menjadi moderat pada Agustus hingga Oktober 2026.

Fachri menekankan, El Nino bukan penyebab utama kemarau, melainkan faktor yang memperkuat dampaknya.

“Indonesia tetap mengalami musim kemarau setiap tahun karena iklim tropis,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, kemarau pada 1997 dan 2015 disebut jauh lebih ekstrem dibandingkan proyeksi tahun ini. Namun, kondisi 2026 diprediksi lebih kering dibandingkan 2023.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama terkait ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.

Meski perlu diwaspadai, BMKG meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengacu pada informasi resmi.

“Kondisi ini harus disikapi serius, tapi tidak berlebihan,” tegas Fachri.(cit)

Baca Juga :  BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Nataru 2023/2024

No More Posts Available.

No more pages to load.