Khofifah Bangun JLKT dan Resmikan Air Bersih di Bromo

oleh -365 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Probolinggo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan groundbreaking penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha, Bupati Probolinggo Mohammad Haris, serta Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar.

Khofifah optimistis pembangunan JLKT akan mentransformasi tata kelola kawasan wisata Bromo menjadi lebih tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Jalur tersebut dirancang sebagai penghubung antarwilayah di sekitar kaldera sekaligus alternatif distribusi wisatawan agar tidak terpusat di satu titik.

“Dengan demikian tekanan terhadap lingkungan bisa dikurangi, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” ujar Khofifah, Senin, 13/4/2026.

Ia menjelaskan, proyek JLKT merupakan sinergi antara pengelola TNBTS dan Kementerian Kehutanan dalam mengharmonisasikan daya dukung lingkungan dengan kekuatan adat dan budaya masyarakat Tengger.

Menurut dia, keberadaan jalur ini juga memperhatikan nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi penyangga kelestarian kawasan Bromo Tengger Semeru.

“Bagaimana JLKT ini bisa menjadi bagian dari penguatan daya dukung alam dan lingkungan yang tetap terjaga, sekaligus memperhatikan adat dan budaya masyarakat Tengger,” katanya.

Adapun penataan JLKT mencakup pembangunan jalur sepanjang sekitar 13 kilometer dengan lebar 18 meter. Fasilitas pendukung yang disiapkan antara lain tiga titik rest area, empat kantong parkir, 9.725 patok pembatas jalur, serta 60 sumur resapan.

Khofifah menegaskan, pembangunan tidak dilakukan dengan pengaspalan guna menjaga keseimbangan ekosistem.

“Kita tidak melakukan pengaspalan karena menjaga daya dukung alam. Kita juga menyiapkan rest area dan kebutuhan air untuk wisatawan,” ujarnya.

Baca Juga :  Realisasi Pendapatan Pemprov Jatim Tertinggi Nasional, Gubernur Khofifah : Alhamdulillah

Ia berharap pembangunan ini dapat menjadi wajah baru pengelolaan kawasan wisata Bromo yang lebih berkelas dan berdaya saing global, namun tetap berakar pada nilai lokal.

“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi model pengelolaan kawasan konservasi yang modern tanpa mengesampingkan perlindungan lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Resmikan Sarana Air Bersih

Selain groundbreaking JLKT, Khofifah juga meresmikan sarana prasarana air bersih untuk menunjang kenyamanan wisatawan di kawasan Bromo.

Fasilitas tersebut berupa tangki air berkapasitas 12.000 liter yang melayani rest area Watu Gede dan Cemoro Lawang, dengan kebutuhan sekitar 11.000 liter per hari. Sumber air berasal dari mata air Pusung Jantur dan Widodaren.

Menurut Khofifah, penyediaan air bersih ini menjadi bagian dari visi besar pariwisata berkelanjutan di Jawa Timur yang bertumpu pada pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin membangun Bromo dengan cara yang benar. Alamnya harus lestari, budayanya harus kuat, dan masyarakatnya harus sejahtera,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Bromo merupakan ruang hidup bersama yang mencakup kepentingan konservasi, adat, ekonomi, dan tanggung jawab negara. Karena itu, pembangunan harus dilakukan secara disiplin dan tetap menjaga nilai ekologis serta budaya.

Di akhir acara, Khofifah secara resmi memulai pembangunan JLKT.

“Dengan memohon ridha Allah SWT, groundbreaking penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger secara resmi saya nyatakan dimulai,” tuturnya.

Sementara itu, Satyawan Pudyatmoko menyebut proyek JLKT sebagai upaya memperkuat harmoni antara pembangunan dan pelestarian budaya masyarakat Tengger.

“Ini bagaimana kita membangun harmoni dengan kekuatan adat dan budaya, sekaligus menjaga titik-titik spiritual masyarakat Tengger,” katanya.

Ia menambahkan, desain JLKT telah direncanakan terintegrasi dengan pengembangan UMKM, rest area, serta jalur wisata di kawasan tersebut.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.