Perkuat Penanggulangan Bencana, Khofifah Resmikan Dua Fasilitas Baru BPBD Jatim

oleh -410 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Sidoarjo — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur di Kantor BPBD Jatim, Kabupaten Sidoarjo.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti kedua bangunan sebagai simbol mulai beroperasinya fasilitas baru tersebut. Kehadiran dua gedung ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan BPBD dalam upaya penanggulangan bencana di Jawa Timur.

Gedung Gerha Majapahit dengan luas 19 x 24 meter persegi difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan. Sementara itu, Gedung Olahraga BPBD yang memiliki luas 26 x 14,5 meter persegi diperuntukkan bagi kegiatan fisik, pelatihan, serta peningkatan kebugaran personel.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan kedua fasilitas tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola logistik kebencanaan yang lebih tertib, berkualitas, dan akuntabel.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital dengan metode First In, First Out (FIFO), yakni barang yang pertama masuk harus menjadi yang pertama keluar.

“Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta sistem FIFO yang optimal,” ujar Khofifah, Kamis, 9/4/2026.

Menurut dia, penerapan ekosistem digital dalam pengelolaan logistik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Sistem tersebut dinilai mampu mempermudah pengawasan, meningkatkan ketelitian pencatatan, serta meminimalkan risiko penggunaan logistik yang sudah tidak layak.

“Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib. Maka sistem FIFO bisa mendeteksi barang yang akan terdistribusi sesuai dengan tanggal penggunaan logistik,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem tersebut juga dapat memastikan barang yang mendekati atau telah melewati masa kedaluwarsa tidak digunakan dalam penanganan bencana.

“Melalui sistem FIFO bisa diketahui apakah logistik sudah masuk tanggal expired atau belum. Jangan sampai itu terjadi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disambangi Khofifah, Cabor Panahan Jatim Borong Medali Emas  

Pada kesempatan yang sama, Khofifah turut mengingatkan Kepala Pelaksana BPBD di seluruh kabupaten/kota agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang kerap berkaitan dengan fenomena El Nino.

Ia menekankan pentingnya mitigasi yang terukur dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah, guna menjaga stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur.

“Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Pompa-pompa air dalam akan disiapkan menghadapi musim kemarau oleh Dinas PU Jatim di daerah-daerah yang sudah dipetakan, sehingga Indeks Pertanaman tetap di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan bahwa pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola logistik, operasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kebencanaan.

Menurut Gatot, Gedung Gerha Majapahit diharapkan menjadi pusat logistik yang representatif dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan kebencanaan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, kesiapsiagaan serta kecepatan respons dalam situasi darurat diharapkan semakin meningkat.

Adapun Gedung Olahraga BPBD Jatim akan dimanfaatkan untuk menunjang pembinaan fisik dan pelatihan personel, sehingga meningkatkan ketangguhan aparatur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan bahwa pembangunan kedua gedung tersebut dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 selama 180 hari kalender, dimulai sejak Juni hingga Desember. Proyek ini didanai melalui APBD Provinsi Jawa Timur dan dirancang oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.