Investasi Rp 10,2 T, Pabrik Melamin Terintegrasi Hadir di Gresik

oleh -551 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok kilasjatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pabrik melamin berkapasitas 120.000 ton per tahun mulai dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Proyek senilai US$ 600 juta atau sekitar Rp 10,2 triliun ini disebut sebagai yang pertama sekaligus terbesar di Indonesia.

Pabrik tersebut dikembangkan PT GEABH Joint Technology dan menjadi bagian dari strategi hilirisasi gas alam. Nantinya, gas akan diolah menjadi amonia cair, lalu diproses lebih lanjut menjadi urea hingga melamin sebagai produk akhir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut proyek ini akan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

“Gas alam diolah menjadi amonia, kemudian menjadi produk turunan seperti urea, melamin, dan amonium nitrat yang bernilai tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II-2027. Pada tahap awal, fasilitas akan memproduksi 800 ton per hari (TPD) amonia, 1.500 TPD urea, dan 200 TPD melamin.

Selain mendukung sektor pertanian, industri kimia, dan manufaktur, proyek ini juga diharapkan membuka peluang ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Pemerintah memastikan dukungan terhadap proyek tersebut, termasuk melalui kebijakan dan insentif investasi.

“Kami berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif agar investor di KEK dapat berkembang optimal,” kata Airlangga.

Pengembangan pabrik ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menempatkan hilirisasi industri dan penguatan KEK sebagai prioritas.

KEK Gresik sendiri menjadi salah satu kawasan strategis nasional. Sektor manufaktur di Jawa Timur tercatat menyumbang 31,32% terhadap perekonomian, sementara di Kabupaten Gresik mencapai 52,58% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Keberadaan pabrik ini diharapkan tak hanya memperkuat industri nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan membuka lapangan kerja baru.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.