Bromo Tutup Sepekan Untuk Pemulihan Ekosistem

oleh -266 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok kilasjatim

KILASJATIM.COM, Malang – Kawasan wisata Gunung Bromo ditutup sementara selama sepekan, mulai 6 hingga 12 April 2026. Penutupan dilakukan sebagai upaya pemulihan ekosistem sekaligus pembenahan layanan wisata usai lonjakan kunjungan selama libur Lebaran.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyebut penutupan berlaku mulai 6 April pukul 06.00 WIB hingga 12 April pukul 10.00 WIB.

Pranata Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari evaluasi pengelolaan kawasan wisata agar lebih berkelanjutan.

“Penutupan ini kami manfaatkan untuk pemulihan ekosistem sekaligus peningkatan kualitas layanan wisata,” ujarnya di Malang, Senin (6/4/2026).

Lonjakan kunjungan selama libur Lebaran menjadi salah satu pertimbangan. Dalam periode 21–24 Maret 2026 saja, tercatat 24.671 wisatawan masuk ke kawasan Bromo.

Secara total sepanjang Maret 2026, jumlah kunjungan mencapai 79.223 wisatawan, meningkat dibanding Januari sebanyak 65.891 wisatawan dan Februari 45.738 wisatawan.

Selama masa penutupan, pengelola akan melakukan pembersihan kawasan pasca libur panjang serta sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).

Selain itu, pelatihan juga diberikan kepada pelaku jasa wisata, seperti pengemudi jip dan penyedia jasa kuda, di wilayah Probolinggo dan Malang. Kegiatan ini mencakup peningkatan kapasitas layanan hingga aspek keselamatan wisata.

TNBTS juga menjadwalkan peletakan batu pertama (groundbreaking) penataan JLKT pada 13 April 2026, sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Namun, di tengah tingginya minat kunjungan, penutupan sementara juga menjadi pengingat bahwa daya dukung kawasan wisata memiliki batas. Pengelolaan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar Bromo tetap lestari tanpa mengorbankan potensi ekonominya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.