Kunjungan Edukasi Bencana di BPBD Jatim Meningkat Pasca Libur Lebaran

oleh -449 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Kunjungan edukasi bencana di Taman Edukasi BPBD Jawa Timur kembali ramai setelah libur Lebaran. Aktivitas pembelajaran mulai meningkat, setelah sempat menurun selama bulan puasa dan perayaan hari raya.

Pada awal pekan, dua sekolah dari Sidoarjo melakukan kunjungan edukatif tersebut dengan pendampingan guru. Sekolah yang hadir adalah TK Al Fajar Sedati pada Senin, dan KB TK Anak Sholeh Sukodono pada Selasa, 31 Maret 2026. Sebanyak 80 siswa mengikuti pembelajaran kebencanaan yang difasilitasi Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) BPBD Jawa Timur.

Materi pembelajaran diawali di aula dengan pengenalan jenis bencana yang terjadi di wilayah Jawa Timur. Fasilitator juga memanfaatkan mobil edukasi penanggulangan bencana yang dilengkapi simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami.

Selanjutnya, siswa diajak belajar di area outdoor termasuk simulator gempa bumi untuk merasakan kondisi saat bencana terjadi. Kegiatan berlanjut ke mini zoo dan taman baca tangguh untuk memperkenalkan literasi kebencanaan kepada peserta.

Di taman baca, materi diberikan melalui buku, video, dan kegiatan mendongeng yang disampaikan fasilitator. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak terhadap risiko bencana sejak usia dini melalui metode edukatif yang menyenangkan.

Kabid Pencegahan BPBD Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, menyatakan kunjungan meningkat pasca libur panjang.

“Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan edukasi dari sekolah dan berharap kegiatan terus berlanjut,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas kebencanaan dapat mengurangi dampak bencana, khususnya bagi kelompok rentan termasuk anak-anak dan anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan edukasi kebencanaan sejak dini secara intensif.

Kepala KB TK Anak Sholeh, Ida Rislina, mengapresiasi pelayanan BPBD karena siswa dapat mengenali bencana secara langsung.

Baca Juga :  Mensos : Percepat Pemulihan dan Rehabilitasi Anak Korban Gempa Lombok

“Alhamdulillah anak-anak antusias karena dapat merasakan simulasi gempa secara langsung melalui fasilitas yang tersedia,” ujarnya.

Data Tenpina BPBD Jawa Timur mencatat 13 sekolah dan komunitas telah menjadwalkan kunjungan pada bulan April. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah karena beberapa sekolah melakukan konfirmasi awal namun belum memastikan kehadiran secara formal.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.