Musrenbang Bondowoso 2027: Fokus Percepat Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

oleh -519 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan komitmennya dalam memperkuat arah pembangunan daerah melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai ruang strategis yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Dalam penyampaiannya, Bupati Abdul Hamid Wahid mengungkapkan bahwa capaian pembangunan Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,32 persen, meningkat dari tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 12,20 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 2,55 persen. Ketimpangan ekonomi juga membaik dengan Indeks Gini sebesar 0,271.

Meski demikian, ia menekankan bahwa masih terdapat tantangan, khususnya pada laju pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang relatif lebih lambat dibandingkan provinsi maupun nasional. Hal ini, menurutnya, menjadi sinyal bahwa pembangunan harus dipercepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bupati Abdul Hamid Wahid juga menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama, di antaranya kerawanan terhadap bencana, alih fungsi lahan, pencemaran dan kerusakan lingkungan, optimalisasi potensi Ijen Geopark, rendahnya kualitas sumber daya manusia, hingga persoalan kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, dan infrastruktur yang belum memadai.

Memasuki tahun 2027, yang merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengusung tema pembangunan “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan.” Tema ini menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan serta menjamin pemerataan kesejahteraan.

Arah pembangunan tersebut juga diselaraskan dengan kebijakan nasional dan Provinsi Jawa Timur, dengan fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi berkualitas serta penguatan pelayanan dasar.

Dalam paparannya, Bupati menyampaikan enam agenda utama pembangunan tahun 2027, meliputi penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, penguatan sosial budaya, serta perlindungan lingkungan hidup.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Dijadwalkan ke Bondowoso, Ini Agendanya

Sebagai indikator kinerja, Pemkab Bondowoso menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,94 hingga 6,00 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 11 persen, IPM mencapai 72,60, serta tingkat pengangguran terbuka berada di kisaran 3,03 hingga 3,87 persen.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai program prioritas disiapkan, di antaranya penguatan ekonomi inklusif melalui hilirisasi produk lokal dan pemberdayaan UMKM, reformasi birokrasi berbasis digitalisasi layanan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur melalui program “Rantas”, serta pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Di akhir penyampaiannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya perencanaan berbasis data, penguatan sinkronisasi antara pusat, provinsi, dan daerah, serta efisiensi belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui forum Musrenbang ini, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif memberikan masukan konstruktif serta mengawal konsistensi perencanaan dan penganggaran, agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bondowoso.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.