Vatikan Resmi Gunakan Bahasa Indonesia di Vatican News Mulai 2026

oleh -347 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bahasa Indonesia kini resmi digunakan di Vatican News setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Rabu (25/3/2026) di Vatikan.

Ketua Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Asni Ovier Dengen Paluin, menyebut pencapaian ini merupakan hasil inisiatif panjang dari PWKI sejak 2022. “Tidak dapat dipungkiri, MoU penggunaan bahasa Indonesia itu berawal dari usulan PWKI. Yang mengusulkan adalah Founder PWKI AM Putut Prabantoro dan Lucius Gora Kunjana pada Juni 2022,” ujarnya.

Delegasi PWKI yang hadir dalam penandatanganan tersebut antara lain AM Putut Prabantoro, Mayong Suryo Laksono, Asni Ovier Dengen Paluin, Sanussirus Jumar Sudiyana, dan Bonfilio Mahendra Wahanaputra. Penasihat PWKI, Mayong Suryo Laksono, menilai penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News sangat relevan secara global. Ia menyoroti besarnya jumlah penduduk Indonesia serta tingginya partisipasi umat Indonesia dalam kegiatan Vatikan. “Vatikan mempunyai posisi strategis di mata dunia. Namun bahasa kita belum digunakan di Vatican News. Padahal Indonesia memiliki jumlah penduduk besar dan peziarah yang signifikan, termasuk peringkat kedua kunjungan pada Yubelium 2025,” kata Mayong.

Menurutnya, langkah ini juga memiliki makna strategis dalam konteks geopolitik. Founder PWKI, Putut Prabantoro, menyebut pengakuan ini sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia. “Ini juga menguatkan kebijakan geopolitik Indonesia yang menjalin persahabatan dengan semua bangsa tanpa berpihak pada kekuatan besar,” tambah Mayong.

Penggunaan Bahasa Indonesia di Vatican News sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan Takhta Suci yang telah terjalin sejak pengakuan kemerdekaan Indonesia pada 1947, serta momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua pihak.

Secara historis, usulan penggunaan Bahasa Indonesia telah diajukan PWKI kepada Kedutaan Besar RI untuk Takhta Suci sejak Juni 2022. Prosesnya berlanjut melalui serangkaian audiensi, lobi diplomatik, hingga pertemuan dengan Dikasteri Komunikasi pada 2024 yang menegaskan bahwa penggunaan bahasa Indonesia harus melalui MoU resmi dengan KWI.

Baca Juga :  Konsorsium PTV Jatim Gelar Pelatihan Digital Marketing, Dukung UMKM

Upaya tersebut akhirnya terwujud melalui kerja sama antara PWKI, KWI, dan KBRI untuk Takhta Suci, yang secara konsisten mengawal proses hingga penandatanganan MoU di Vatikan.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.