Jelang Mudik, 29,4 Juta Orang ke Jatim Dibayangi Cuaca dan Ekonomi

oleh -2316 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Gubernur Khofifah bersalaman dengan para ASN di lingkungan Sekda usai melakukan apel pagi. (Foto:Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM. Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti dua tantangan yang perlu diantisipasi menjelang arus mudik Lebaran 2026, yakni potensi cuaca ekstrem serta dampak dinamika ekonomi global yang dapat memengaruhi kondisi masyarakat.

Hal itu disampaikan Khofifah saat memimpin apel pagi bersama aparatur sipil negara (ASN) di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Selasa (17/3/2026).

Menurut Khofifah, arus mudik tahun ini diperkirakan cukup besar dengan sekitar 29,4 juta orang diprediksi masuk ke Jawa Timur untuk mudik maupun berlibur.

“Karena itu seluruh pihak harus memastikan kesiapan agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar,” ujarnya.

Selain pengamanan arus lalu lintas, Pemprov Jatim juga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi selama periode mudik dan libur Lebaran.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan pada 16–24 Maret 2026 untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik maupun balik Lebaran.

Di sisi lain, Khofifah juga mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai dinamika global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi daerah. Salah satunya kenaikan harga minyak dunia yang disebut telah mencapai 105 dolar AS per barel.

Ia meminta seluruh perangkat daerah menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya tidak memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai terjadi penambahan kemiskinan ekstrem. Intervensi harus dilakukan secara komprehensif, terutama bagi masyarakat desil 1 dan desil 2,” tegasnya.

Khofifah juga meminta koordinasi lebih intensif antara Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, dan BMKG, terutama untuk memantau kondisi cuaca di destinasi wisata, khususnya yang berbasis air.

Menurutnya, komunikasi lintas instansi harus diperkuat agar potensi risiko dapat diantisipasi lebih dini selama libur Lebaran.

Baca Juga :  Polrestabes Surabaya Amankan Komplotan Spesialis Pembobol Sekolah di Surabaya dan Sidoarjo

“Komunikasi harus terhubung dengan baik agar potensi risiko di tempat wisata bisa diantisipasi sejak awal,” pungkasnya.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.