Ajinomoto Perkuat Inisiatif Lingkungan untuk Tekan Sampah Plastik di Indonesia

oleh -585 Dilihat

KILASJATIM.COM, Mojokerto – Berdasarkan proyeksi World Bank, volume sampah plastik nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 9,9–12,4 juta ton per tahun atau sekitar 13,98 persen dari total timbulan sampah. Besarnya angka tersebut menjadi tantangan serius bagi pengelolaan lingkungan di Indonesia.

Menyadari hal tersebut, Grup Ajinomoto Indonesia meyakini bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi penting untuk menciptakan keluarga yang lebih sehat. Atas dasar itu, perusahaan mengintegrasikan berbagai inisiatif lingkungan melalui program Ajinomoto Health Provider yang sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memperkuat kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui konsep AminoScience.

Melalui Ajinomoto Health Provider, perusahaan menghadirkan sejumlah inisiatif lingkungan yang dirancang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan. Sejak tahun 2020, Ajinomoto telah menerapkan berbagai terobosan seperti penggunaan material daur ulang melalui kemasan mono-material serta pengurangan ketebalan kemasan untuk meminimalkan penggunaan plastik pada beberapa produk.

Perusahaan ini juga menjadi yang pertama menggunakan kemasan produk MSG yang mengandung bahan kertas melalui peluncuran kemasan kertas untuk produk AJI-NO-MOTO. Kemasan tersebut mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30 persen.

Inovasi serupa juga diterapkan pada produk Masako melalui gerakan “No Inner Plastic” serta pengurangan header part yang berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4 persen. Sementara itu, inovasi kemasan Sajiku berbahan mono-material mampu meningkatkan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5 persen per kemasan.

Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan tersebut memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada tahun 2025. Kontribusi ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya nasional dalam menekan timbulan sampah plastik.

Baca Juga :  Bondowoso Raih Juara 2 Nasional Pengelola Sekolah Siaga Kependudukan Terbaik

Langkah tersebut juga merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memenuhi regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia terkait pengurangan sampah oleh produsen, serta mendukung target pengurangan sampah plastik nasional hingga 30 persen pada tahun 2029/2030.

Selain inovasi kemasan, Ajinomoto juga memperluas dampak keberlanjutannya melalui kerja sama dengan startup pengelolaan sampah Rekosistem. Melalui kolaborasi ini, perusahaan menyediakan fasilitas waste station yang beroperasi di Surabaya dan Mojokerto sehingga masyarakat memiliki akses lebih mudah untuk menyetorkan sampah terpilah.

Ajinomoto juga bekerja sama dengan berbagai bank sampah di sejumlah wilayah, seperti Bank Sampah Gunung Emas di Jakarta Timur, Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, serta fasilitas TPS 3R di Karawang dan Mojokerto. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dari berbagai inisiatif tersebut, Ajinomoto berhasil menangani sebanyak 352 ton sampah sepanjang tahun 2025. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya membantu pengelolaan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sistem pengumpulan dan pemilahan sampah.

Perusahaan juga menilai edukasi masyarakat sebagai bagian penting dari keberhasilan program keberlanjutan. Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri) yang dijalankan bersama kegiatan Greenducation, Ajinomoto mendorong penarikan sampah plastik multilapis atau multilayer plastic (MLP) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

Program Greenducation dilaksanakan di sejumlah wilayah seperti Jakarta Timur, Bekasi, dan Karawang untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memisahkan sampah plastik dari jenis sampah lainnya agar tidak mencemari lingkungan dan dapat didaur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Selama satu tahun pelaksanaan, program tersebut telah mengedukasi sekitar 2.400 peserta yang berasal dari komunitas, sekolah, hingga pelaku usaha kecil seperti warung makan. Selain edukasi, Ajinomoto juga menyediakan drop box bagi mitra warteg, warung, dan pelaku usaha kecil lainnya untuk memudahkan penyetoran kemasan produk Ajinomoto yang telah digunakan.

Baca Juga :  Pemkab Banyuwangi Ajak Warga Kurangi Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban

Tidak hanya menyasar masyarakat umum, Ajinomoto juga meningkatkan literasi lingkungan bagi karyawannya sebagai bagian dari peran mereka sebagai Ajinomoto Health Provider. Program Greenducation juga dilaksanakan secara nasional di lingkungan perusahaan dengan materi pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu, serta penyediaan fasilitas drop box di area kerja.

“Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat,” ujar Grant Senjaya, Head of Corporate Communication PT Ajinomoto Indonesia.

Ia menambahkan, perusahaan berharap rangkaian program tersebut dapat memberikan dampak nyata, mendorong perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.