Kaltim Batal Jadi Tuan Rumah AFF U-17 2026, Turnamen Dipusatkan di Jawa Timur

oleh -2480 Dilihat
KILASJATIM.COM, Jakarta – Rencana Kalimantan Timur menjadi tuan rumah turnamen sepak bola usia muda tingkat Asia Tenggara akhirnya tidak terwujud. Penyelenggaraan AFF U-17 Championship 2026 dipastikan dipusatkan di Jawa Timur setelah proses evaluasi fasilitas stadion.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menetapkan wilayah Gresik dan Sidoarjo sebagai lokasi pertandingan. Dua stadion yang akan digunakan yakni Stadion Gelora Joko Samudro dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang dinilai telah memenuhi standar pertandingan internasional.

Sebelumnya, Kalimantan Timur sempat diusulkan sebagai salah satu kandidat kuat tuan rumah turnamen. Dua stadion yang diajukan sebagai venue pertandingan yakni Stadion Segiri dan Stadion Batakan.

Namun hasil verifikasi teknis yang dilakukan bersama federasi sepak bola kawasan menunjukkan tidak semua fasilitas stadion memenuhi standar yang ditetapkan. Salah satu catatan utama adalah sistem pencahayaan stadion yang menjadi syarat penting dalam pertandingan internasional, terutama untuk laga malam hari serta kebutuhan siaran televisi.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kalimantan Timur, Muslimin, mengatakan secara umum daerah sebenarnya siap mendukung penyelenggaraan ajang tersebut. Namun terdapat beberapa aspek teknis yang menjadi perhatian tim verifikasi.

“Pada prinsipnya kami siap melaksanakan kegiatan ini. Tetapi ada beberapa hal teknis yang diverifikasi oleh pusat terkait kesiapan tuan rumah,” ujarnya saat dikonfirmasi di Samarinda, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan hasil pengecekan menunjukkan tingkat pencahayaan di Stadion Segiri masih berada di bawah standar pertandingan internasional. Lampu stadion hanya mencapai sekitar 900 lux, sementara standar minimal yang disyaratkan mencapai 1.200 lux.

Baca Juga :  Berangkatkan TKSK dan TAGANA, Gubernur Khofifah Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Pahlawan dan Perintis Kemerdekaan

“Lampu di Stadion Segiri itu nilainya sekitar 900 lux. Sementara yang diharapkan untuk pertandingan internasional itu minimal 1.200 lux,” katanya.

Kondisi tersebut membuat stadion yang menjadi markas klub Borneo FC Samarinda itu belum dapat digunakan sebagai venue turnamen internasional. Sementara Stadion Batakan di Balikpapan dinilai telah memenuhi sejumlah aspek teknis yang dipersyaratkan.

Pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya mencari solusi untuk meningkatkan kapasitas pencahayaan stadion. Koordinasi juga telah dilakukan dengan pemerintah kota untuk menyiapkan rencana peningkatan fasilitas.

“Kami sudah berbicara dengan Pak Wali Kota bagaimana ke depan lampu yang masih kurang ini bisa disiapkan,” ujarnya.

Namun keterbatasan waktu menjadi kendala utama. Proses perbaikan dinilai tidak memungkinkan selesai sebelum agenda pengundian pertandingan atau drawing turnamen dilaksanakan.

Muslimin menilai kondisi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sarana olahraga, terutama jika Kalimantan Timur ingin kembali dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga berskala internasional.

“Catatan dari tim verifikasi itu tentu akan kami benahi. Ke depan fasilitas yang kita miliki harus kita perbaiki dan kita tingkatkan,” ucapnya.

Ia juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang saat ini mengalami penyesuaian akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Situasi tersebut berdampak pada kemampuan daerah dalam mempercepat perbaikan fasilitas olahraga.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga di Kalimantan Timur agar mampu bersaing menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga besar di masa mendatang.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.