KILASJATIM.COM, Bali – Pemerintah Provinsi Bali menggelar Gelar Agung Pecalang Bali 2026 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan bertema “Sarana Nincapang Kasukretan Jagat Bali Niskala-Sakala” ini bertujuan memperkuat sistem keamanan Bali baik secara sekala (fisik) maupun niskala (spiritual).
Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan pecalang di seluruh Bali, terutama menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri.
“Gelar Agung Pecalang Bali ini bertujuan membangun dan memantapkan kesiapsiagaan pecalang se-Bali. Agar pengamanan Hari Suci Nyepi yang berhimpitan dengan malam takbiran tetap aman dan kondusif,” ujar Koster, dilansir dari Radio Republik Indonesia Denpasar, Minggu (8/3/2026).
Menurut Koster, pecalang memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem keamanan berbasis desa adat di Bali. Sinergi antara pecalang, aparat TNI, dan Polri dinilai sangat penting untuk menjaga ketertiban masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, jumlah pecalang di Bali mencapai sekitar 23 ribu orang yang tersebar di 1.500 desa adat. Para pecalang diharapkan aktif menjaga keamanan wilayah desa masing-masing serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan formal.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat sistem keamanan terpadu berbasis desa adat melalui regulasi Sipandu Beradat. Sistem tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan pengamanan masyarakat di seluruh wilayah Bali secara lebih efektif.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari sektor kelistrikan. PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Utara memastikan kesiapan pasokan listrik selama perayaan Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kesiapan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Operasi Ketupat Agung 2026 yang digelar di Ruang Presisi Polres Buleleng, Jumat (6/3/2026).
Manager PLN UP3 Bali Utara, Elashinta, mengatakan masa siaga kelistrikan berlangsung 13 hingga 28 Maret 2026. Selama periode tersebut, pekerjaan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan pemadaman listrik akan dibatasi agar pasokan listrik tetap stabil.
Sistem kelistrikan Bali saat ini dinilai aman dengan dukungan interkoneksi yang andal. Proyeksi beban puncak pada 17 Maret 2026 diperkirakan mencapai 1.194 megawatt, dengan cadangan daya sekitar 257 megawatt.
Untuk memastikan keandalan pasokan listrik, PLN menyiagakan 38 pegawai, termasuk tiga tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Selain itu, terdapat 148 personel pelayanan teknik dan 35 personel mitra kerja yang siap melakukan penanganan cepat apabila terjadi gangguan.
PLN juga membuka posko pengamanan kelistrikan di tiga Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buleleng dan empat kantor jaga. Pengamanan khusus dilakukan di 17 titik strategis, meliputi tempat ibadah, kawasan wisata, fasilitas publik, serta sejumlah objek vital.
Dengan sinergi antara pecalang, aparat keamanan, dan kesiapan infrastruktur kelistrikan, diharapkan perayaan Nyepi dan Idulfitri di Bali dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(ara)


