Senior Manager Territory East 2 Biznet, Andhika Martha bersama Regional Manager RO 09 Surabaya Biznet, Adil Perkasa dalam paparan perkembangan terkini Biznet di acara buka bersama media di Surabaya, Rabu (5/3/2026). (kilasjatim.com/Nova)
KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Supra Primatama perusahaan penyedia layanan internet, Biznet menargetkan penambahan jumlah pelanggan di Surabaya di tahun 2026 sekitar 30 persen dari yang saat ini sebanyak 500.000 home pas dengan pertumbuhan pelanggan ritel hingga 30 persen pada tahun depan.
Perusahaan optimis target tersebut akan tercapai seiring dengan strategi ekspansi jaringan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan pengalaman pelanggan di berbagai daerah, termasuk kota-kota sekunder di Indonesia.
Senior Manager Territory East 2 Biznet, Andhika Martha mengatakan, Biznet memiliki komitmen kuat untuk memperluas layanan tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah yang selama ini belum menjadi pusat utama pengembangan infrastruktur digital
“Strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus menjawab kebutuhan konektivitas yang terus meningkat di berbagai daerah dengan total penetrasi layanan telah mencapai 20%. Di sisi lain, Biznet juga terus memperkuat posisi mereknya di pasar layanan internet nasional,” ujar Andika saat berbuka bersama media di kantor Biznet Surabaya, Rabu (5/3/2026).
Menurutnya, kapasitas bandwidth yang dibangun telah menjangkau kota-kota kecil dengan kecepatan di atas 100 Mbps, bahkan hingga 500 Mbps di sejumlah wilayah yang terhubung dengan backbone baru.
Dalam menghadapi persaingan, Biznet mengusung strategi peningkatan kapasitas tanpa kenaikan harga. Pada 2026 Biznet akan meningkatkan kecepatan hingga 30% tanpa perubahan harga, termasuk paket yang kini naik dari 65 Mbps menjadi 100 Mbps dengan tarif tetap Rp250.000
Pada kesempatan yang sama, Regional Manager RO 09 Surabaya Biznet, Adil Perkasa menjelaskan, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa kinerja merek Biznet dalam indikator Brand Funnel Performance cukup kuat di pasar.
“Total awareness Biznet saat ini mencapai 57 persen. Artinya mayoritas responden sudah mengenal Biznet sebagai brand layanan internet, dan ini menjadi fondasi penting untuk memperluas pasar ke depan,” kata Adil.
Adil menilai peningkatan ini menunjukkan semakin banyak konsumen yang menjadikan Biznet sebagai merek yang pertama kali terlintas ketika memikirkan layanan internet.
Memasuki 2026, Andhika mengatakan, Biznet juga menyiapkan berbagai roadmap pengembangan yang berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah kampanye terbaru dengan punchline “Senang, Tenang, dan Menang”.
Konsep ini menggambarkan bahwa setelah pelanggan merasakan kualitas layanan Biznet, perusahaan ingin memastikan mereka dapat menikmati koneksi internet yang stabil dan memberikan manfaat maksimal dalam aktivitas digital sehari-hari.
Di wilayah Surabaya, misalnya, paket internet 100 Mbps ditawarkan sekitar Rp250 ribu per bulan. Sementara di wilayah sekitar seperti Sidoarjo dan Gresik, Biznet menghadirkan harga khusus sekitar Rp150 ribu per bulan untuk kecepatan yang sama.
Selain peningkatan kapasitas layanan, Biznet juga terus memperkuat infrastruktur jaringan melalui pembangunan kabel fiber optik serta jaringan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2).
Proyek BNCS-2 akan membangun jaringan kabel bawah laut sepanjang sekitar 1.600 kilometer yang menghubungkan sejumlah pulau strategis di Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, Kalimantan hingga Sulawesi.
“Infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas internet berkecepatan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas layanan digital di berbagai wilayah kepulauan,” terangnya.
Untuk menjaga kualitas layanan, Biznet menegaskan seluruh infrastruktur dibangun dan dioperasikan secara mandiri, termasuk backbone kabel bawah laut. Kepemilikan dan pengelolaan infrastruktur sendiri memberikan rasa tenang bagi pelanggan karena perusahaan tidak bergantung pada pihak lain dalam pemeliharaan jaringan. (nov)


