Kemenhaj Imbau Tunda Umrah, 58.873 Jemaah Indonesia di Saudi Dipantau

oleh -158 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor

KILASJATIM.COM, Surabaya – Situasi Timur Tengah kian memanas setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga menunda keberangkatan umrah hingga kondisi benar-benar kondusif.

Serangan terjadi Sabtu (28/2/2026) di Teheran. Kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan dihantam puluhan bom. Khamenei dan sejumlah petinggi militer Iran disebut tewas. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke target yang berkaitan dengan AS dan Israel.

Ketegangan berdampak ke sejumlah negara kawasan seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang memiliki pangkalan atau aset militer Amerika Serikat.

Imbauan Tunda Keberangkatan

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat menunda perjalanan.

“Kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda sementara hingga situasi benar-benar kondusif,” ujar Dahnil, Minggu (1/3).

Ia menegaskan langkah ini diambil demi keamanan dan kenyamanan jemaah. Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, pemerintah meminta mereka tetap tenang dan aktif berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh.

Pemerintah juga memastikan perlindungan bagi jemaah, termasuk koordinasi dengan maskapai dan pihak hotel. Jika terjadi penundaan penerbangan, maskapai disebut telah berkomitmen menyediakan akomodasi sementara. Perpanjangan visa juga difasilitasi otoritas Arab Saudi bila diperlukan.

Dahnil menambahkan, keluarga di Indonesia diminta tidak panik karena pemerintah terus memantau situasi dan memprioritaskan keselamatan warga negara.

58.873 Jemaah di Saudi Dipantau

Di tengah eskalasi konflik, Kemenhaj mencatat ada 58.873 jemaah umrah Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi. Data tersebut bersumber dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).

Baca Juga :  Tasyakuran PCNU Bondowoso dan PKB Sambut Penetapan Syaikhona Kholil, Gus Dur, dan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memastikan pemerintah terus memonitor perkembangan.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar tetap tenang dan berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah masing-masing untuk mendapatkan informasi resmi,” ujarnya.

Kemenhaj juga meminta PPIU aktif berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi guna memastikan respons cepat jika terjadi perubahan situasi.

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi dilaporkan mengalami perubahan rute dan penundaan jadwal. Kondisi ini berpengaruh pada jadwal keberangkatan maupun kepulangan jemaah.

Haji 2026 Dipastikan Tetap Berjalan

Meski situasi memanas, pemerintah memastikan persiapan penyelenggaraan haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Hingga kini belum ada dampak signifikan terhadap tahapan perencanaan.

Pemerintah berharap konflik di Timur Tengah segera mereda agar aktivitas ibadah umat Islam, termasuk umrah dan haji, dapat berlangsung normal kembali. (cit) 

No More Posts Available.

No more pages to load.