Dirut Bulog Sidak Pasar Semarang, Klaim Harga Sembako Terkendali

oleh -256 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani melakukan sidak harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Semarang. (Foto: dok Bulog/Istimewa)

KILASJATIM.COM, Semarang – Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Semarang. Sidak dilakukan di Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.

Dari hasil pemantauan, harga kebutuhan pokok terpantau relatif stabil dan masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga beras premium tercatat Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp 12.500 per kilogram.

Untuk komoditas protein, harga daging sapi turun dari Rp 140.000 menjadi Rp 130.000 per kilogram. Daging ayam berada di kisaran Rp 35.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp 40.000. Sementara cabai merah dijual sekitar Rp 32.000 per kilogram.

Rizal mengatakan Bulog memiliki pengalaman menjaga stabilitas harga pada momen hari besar sebelumnya, termasuk Natal dan Tahun Baru.

“Kami ingin memastikan selama Ramadan dan Idulfitri kondisi tetap stabil, sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Rizal, pengawasan akan diintensifkan sepanjang Ramadan 2026 untuk memastikan stok pangan strategis tetap aman hingga Lebaran. Bulog juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait guna menjaga pasokan di tingkat pasar.

Sebagai penguatan pengawasan, Kementerian Perdagangan telah memasang daftar harga kebutuhan pokok sebagai acuan bagi pedagang dan konsumen. Daftar tersebut juga menjadi instrumen kontrol Satgas Pangan untuk mencegah pelanggaran HET.

Bulog, kata Rizal, juga melakukan sosialisasi kepada pedagang agar tetap menjual sesuai aturan dan menjaga iklim perdagangan yang sehat.

Langkah ini menjadi bagian dari sinergi antara BUMN pangan, pemerintah daerah, kementerian, dan aparat pengawas untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.