Gol tunggal Parma dicetak oleh Troilo melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-84. Gol tersebut sempat dianulir wasit karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap kiper Milan, Mike Maignan. Namun setelah tinjauan VAR, keputusan diubah dan gol dinyatakan sah.
Sejak awal laga, Milan tampil dominan dalam penguasaan bola. Rafael Leão bahkan nyaris membawa tuan rumah unggul di babak kedua lewat tembakan yang membentur tiang gawang.
Peluang lain juga tercipta melalui Christian Pulisic yang melepaskan tembakan tepat ke arah kiper. Sementara Ardon Jashari beberapa kali menciptakan ancaman, tetapi belum mampu memecah kebuntuan.
Memasuki babak kedua, Parma justru tampil lebih efektif. Tekanan demi tekanan dari tim tamu akhirnya membuahkan hasil melalui situasi bola mati yang menjadi titik balik pertandingan.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Milan dalam persaingan papan atas. Setelah pekan ke-26 Serie A, Milan tetap mengoleksi 54 poin dan berada di posisi kedua klasemen. Namun mereka kini terpaut 10 poin dari pemuncak.
Rossoneri masih unggul empat poin atas Napoli, tetapi tekanan dalam perebutan tiket ke kompetisi Eropa semakin ketat. Target utama Milan musim ini tetap mengamankan posisi zona UEFA Champions League.
Milan akan berupaya bangkit pada laga berikutnya saat bertandang ke markas Cremonese pada Minggu, 1 Maret 2026. Evaluasi pada lini serang dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama agar hasil pahit di San Siro tidak terulang.(ara)
