Muhammadiyah Ajak Umat Bijak Sikapi Perbedaan Awal Ramadan 1447 H

oleh -289 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor

KILASJATIM.COM, Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengajak umat Islam menyikapi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah dengan bijak dan dewasa. Perbedaan dinilai sebagai bagian dari ruang ijtihad yang tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan.

“Dalam ruang ijtihad tak perlu saling menyalahkan dan merasa paling benar sendiri,” kata Haedar dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Ia menekankan, esensi Ramadan bukan pada perdebatan tanggal, melainkan pada peningkatan ketakwaan. Karena itu, umat diminta menjalankan ibadah puasa dengan tenang, damai, dan penuh kematangan sikap.

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat yang digelar hari ini di Hotel Borobudur Jakarta.

Haedar berharap, jika terdapat perbedaan penetapan, masyarakat tetap menjaga ukhuwah dan saling menghormati pilihan masing-masing dalam menjalankan ibadah.

“Ramadan diharapkan menjadikan kita umat terbaik, yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga dewasa dalam menyikapi perbedaan,” ujarnya.

Dengan momentum Ramadan, Muhammadiyah mengingatkan bahwa persatuan dan kedewasaan sikap jauh lebih penting dibanding memperuncing perbedaan..

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan didasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.

Berdasarkan maklumat tersebut, Muhammadiyah akan mulai melaksanakan puasa Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Sambut Baik Kehadiran Western Sydney University Di Surabaya,

Adapun pemerintah menggelar sidang isbat hari ini. Sidang hari ini untuk menentukan awal Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah.

Dikutip dari Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) dan akun Instagram resmi Ditjen Bimas Islam Kemenag, Selasa (17/2/2026), sidang isbat akan digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Sidang juga disiarkan langsung di kanal YouTube Bimas Islam TV dan Kemenag.

Agenda dimulai pukul 16.30 WIB dengan terlebih dahulu mendengarkan seminar posisi hilal. Kemudian, pada pukul 18.30 WIB barulah dilakukan pelaksanaan sidang isbat.

Pemerintah kemudian akan mengumumkan hasil sidang isbat melalui konferensi pers. Hasil sidang isbat diumumkan pukul 19.05 WIB. (cit)