KILASJATIM.COM, Surabaya – Kebun Binatang Surabaya (KBS) menegaskan komitmennya dalam konservasi satwa dilindungi dengan menyiapkan pelepasliaran komodo ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Manajemen KBS melalui Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) mengusulkan restocking empat hingga lima ekor komodo ke wilayah alami seperti Pulau Komodo atau Pulau Flores.
Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, mengatakan saat ini proses identifikasi masih dilakukan untuk memastikan kesiapan satwa sebelum dilepas ke alam liar.
“Kami identifikasi kesiapan satwa, termasuk komposisi jenis kelamin dan proses habituasi. Satwa harus benar-benar siap sebelum dilepasliarkan,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Habituasi menjadi tahapan penting agar komodo mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan alami. Proses ini mencakup perawatan, pemantauan kesehatan, hingga penyesuaian perilaku sebelum dilepas.
Saat ini KBS tercatat memiliki sekitar 80 ekor komodo, menjadikannya salah satu pusat pengembangbiakan komodo di Indonesia. Sebagian besar berada pada fase remaja hingga dewasa.
Populasi yang relatif stabil tersebut menjadi dasar pengajuan restocking sebagai bagian dari siklus konservasi, yakni memastikan keberlanjutan spesies di habitat alaminya.
“Pengajuan pelepasliaran telah kamk sampaikan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur untuk diteruskan ke kementerian terkait. Realisasi masih menunggu persetujuan pemerintah pusat,” ungkapnya.
Meski jadwal belum ditetapkan, manajemen optimistis rencana tersebut dapat berjalan mengingat komodo merupakan satwa prioritas nasional yang dilindungi.
Langkah ini menandai penguatan fungsi KBS bukan sekadar destinasi wisata, tetapi sebagai lembaga konservasi aktif yang berperan dalam menjaga keberlanjutan satwa endemik Indonesia di alam liar. (cit)



