KILASJATIM.COM, Bondowoso — Komitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan kembali ditegaskan RSUD dr. H. Koesnadi (RSDK) Bondowoso melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pelayanan dan Program Standar (PPS) bersama LARS DHP, yang berlangsung pada 3–4 Februari 2026.
Selama dua hari, kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara hybrid, memadukan pertemuan daring melalui Zoom Meeting dan telusur langsung di lingkungan rumah sakit. Seluruh jajaran manajemen, ketua kelompok kerja (pokja), tim akreditasi, serta civitas hospitalia terlibat aktif sejak pukul 08.00 hingga 15.40 WIB dalam setiap sesi yang berjalan tertib dan terstruktur.
Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi standar akreditasi terbaru tahun 2026 berjalan optimal, sekaligus memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien di lingkungan RSDK.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim Surveyor sekaligus Surveyor Teknis LARS DHP, Ns. Mohammad Shodikin, M.Kep., Sp.Kep.MB., FISQua., K.M.K., yang mengapresiasi kesiapan RSDK dalam mengikuti proses monitoring dan evaluasi.
Tim surveyor dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim teknis bersama pasien dan tim teknis bersama dokter. Hari pertama difokuskan pada telusur dokumen yang dimulai pukul 09.00 WIB, sementara hari kedua diarahkan pada telusur lapangan, penyusunan rekomendasi, hingga pelaksanaan exit conference.
Dalam proses evaluasi, tim surveyor melakukan telaah terhadap rekam medis tertutup, kualifikasi pendidikan staf, serta pelaksanaan edukasi yang melibatkan tenaga medis, keperawatan, tenaga kesehatan lainnya, hingga staf nonklinis. Seluruh rangkaian tersebut bertujuan memastikan kesesuaian antara standar akreditasi dengan praktik pelayanan di lapangan.
Surveyor Manajemen LARS DHP, dr. RR. Endah Yudiantini, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan proses yang bersifat dinamis. Sejumlah catatan serta penyesuaian disampaikan secara konstruktif selama kegiatan berlangsung.
Telusur dilakukan di dua lokasi utama, yakni Aula Puspa Indah dan Ruang Perencanaan, guna memaksimalkan efektivitas penilaian. Koordinasi antar tim dinilai berjalan baik, mencerminkan kesiapan manajerial RSDK dalam menghadapi proses evaluasi.
Direktur RSDK, dr. Yus Priyatna A, Sp.P., FISR., dalam paparannya menyampaikan gambaran perkembangan rumah sakit. Saat ini, RSDK memiliki layanan unggulan 24 jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), didukung 22 poliklinik rawat jalan, 20 instalasi, serta 4 unit penunjang.
RSDK juga memiliki total 266 tempat tidur dan didukung 1.005 karyawan, dengan tenaga medis terdiri dari 3 dokter subspesialis, 38 dokter spesialis, dan 15 dokter umum. Data kunjungan menunjukkan tren pelayanan yang dinamis dengan ratusan ribu kunjungan rawat jalan setiap tahunnya.
Selain itu, RSDK telah menerapkan rekam medis elektronik yang terintegrasi dengan platform Satu Sehat Kementerian Kesehatan, serta sistem pelaporan program melalui aplikasi MPDN, SIHA, SiTB, dan PPRA.
Direktur menambahkan bahwa 116 PPS sebelumnya telah diperbaiki sesuai rekomendasi surveyor, sebagai bukti komitmen rumah sakit dalam menjalankan perbaikan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian monitoring dan evaluasi PPS berlangsung kondusif dengan semangat kolaboratif. Seluruh peserta menunjukkan kesiapan dan profesionalisme dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Monitoring dan evaluasi PPS tahun 2026 ini diharapkan menjadi pijakan strategis bagi RSDK untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Bagi RSDK, menjaga mutu pelayanan bukan sekadar memenuhi standar akreditasi, melainkan tanggung jawab moral dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.(wan)



