KILASJATIM.COM, Jakarta – PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) (“MBMA” atau “Perseroan”) hari ini merilis Laporan Kegiatan Triwulanan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 (Kuartal IV 2025), yang menyoroti eksekusi operasional yang kuat, kinerja keuangan yang resilien, serta kemajuan berkelanjutan di seluruh rantai nilai nikel terintegrasi, sehingga memperkuat posisi MBMA sebagai perusahaan bahan baku baterai terkemuka di Indonesia.
MBMA mencatat pendapatan tidak diaudit sepanjang 2025 sebesar sekitar US$1,4 miliar, menunjukkan ketahanan kinerja keuangan di tengah pelemahan harga nikel, yang didukung oleh volume produksi yang lebih tinggi, peningkatan produktivitas, serta peningkatan integrasi hilir.
Direktur Utama PT Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Oetomo, menyatakan sepanjang tahun 2025, MBMA menunjukkan eksekusi yang disiplin di seluruh proyek penambangan, pengolahan, dan pengembangan hilir.
“Pada kuartal IV, kami mencatat kinerja operasional yang kuat sekaligus memajukan infrastruktur utama dan pengembangan HPAL yang akan mendorong fase pertumbuhan berikutnya. Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami dalam membangun rantai nilai bahan baku baterai yang tangguh, terintegrasi, dan bertanggung jawab untuk mendukung peran strategis Indonesia dalam transisi energi global serta memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam siaran resminya.
Operasional – Kuartal IV 2025 & Tahun Penuh 2025
Pada kegiatan penambangan, tambang nikel PT Sulawesi Cahaya Mineral (“SCM”) mencatat pertumbuhan yang kuat dengan produksi 7,0 juta wet metric tonnes (“wmt”) saprolit (+42% YoY) dan 14,7 juta wmt limonit (+45% YoY) sepanjang tahun buku 2025. Kinerja ini didorong oleh peningkatan produktivitas penambangan, perluasan kapasitas armada, serta optimalisasi logistik
Meskipun terjadi peningkatan royalti dan biaya bahan bakar terkait kebijakan B40, biaya tetap terkendali dengan baik berkat produktivitas yang lebih kuat dan volume produksi yang lebih tinggi. Operasi limonit terus menghasilkan margin yang stabil, mencerminkan efisiensi operasional dan manfaat skala.
Nickel Pig Iron (“NPI”) mencapai 73.871 ton nikel sepanjang tahun buku 2025, sesuai dengan panduan, meskipun terdapat pemeliharaan tungku yang telah direncanakan. Margin meningkat secara tahunan, didukung oleh biaya yang lebih rendah dan peningkatan pasokan bijih internal.
MBMA melanjutkan produksi High-Grade Nickel Matte (“HGNM”) pada Oktober 2025 setelah memperoleh perjanjian offtake yang ekonomis, dengan total produksi 19.998 ton sepanjang 2025. Meskipun volume produksi lebih rendah secara tahunan, peningkatan efisiensi biaya menghasilkan pemulihan margin yang signifikan pada 2025.
Perseroan terus memajukan strategi integrasi hilirnya:
PT ESG New Energy Material (“PT ESG”) memproduksi 7.177 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate(“MHP”) pada kuartal IV 2025, didukung oleh dimulainya operasi Feed Preparation Plant serta pipa slurry dari tambang SCM.
PT Sulawesi Nickel Cobalt (“SLNC”), proyek HPAL MBMA dengan kapasitas target 90.000 ton per tahun (“tpa”) MHP, telah mencapai 83% penyelesaian, dengan commissioning jalur pertama ditargetkan pada paruh kedua tahun 2026.
Di pabrik AIM, yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (“MTI”), operasi berjalan stabil dengan proses commissioning berkelanjutan untuk fasilitas klorida dan pabrik katoda tembaga, termasuk keberhasilan produksi 321 ton pelat katoda berkualitas LME.
Perkembangan ini semakin memperkuat posisi MBMA sebagai pemasok terintegrasi penuh dalam rantai pasok material baterai global.
Ke depan, MBMA berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan pada 2026, didukung oleh peningkatan pengiriman bijih, percepatan hilirisasi, serta integrasi vertikal yang lebih kuat.
• Target pengiriman bijih saprolit berada pada kisaran 8,0–10,0 juta wmt, dengan penjualan bijih limonit sebesar 20,0–25,0 juta wmt (tergantung persetujuan RKAB).
• Target produksi NPI sebesar 70.000–80.000 ton, mencerminkan jadwal pemeliharaan CSI.
• Produksi HGNM ditargetkan sebesar 44.000–48.000 ton.
• Produksi MHP dari PT ESG ditargetkan berada pada kisaran 27.000–30.000 ton.
Kinerja ESG dan Keberlanjutan
Sepanjang 2025, MBMA terus memperkuat kinerja ESG melalui peningkatan keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, dan praktik tata kelola perusahaan.
Inisiatif utama mencakup program efisiensi energi dan air, pengurangan emisi melalui optimalisasi infrastruktur, pengembangan tenaga kerja, serta keterlibatan masyarakat. Selama tahun tersebut, MBMA menerima berbagai penghargaan ESG sebagai pengakuan atas komitmennya terhadap operasi yang bertanggung jawab dan transparan. (nov)




