Bondowoso Jadi Tuan Rumah ICD Global Partnership UNESA, Bupati Dorong Kolaborasi Internasional Berbasis Desa

oleh -1228 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyambut hangat pelaksanaan International Community Development Global Partnership (ICD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang digelar di Pendopo Raden Bagus Assra (RBA) Bondowoso, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan berskala internasional ini diikuti oleh sivitas akademika UNESA, mahasiswa dari berbagai negara, serta pemangku kepentingan daerah. Program ICD 2026 yang didukung pendanaan EQUITY–LPDP tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi global dalam memperkuat pembangunan masyarakat berbasis desa.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., yang mengikuti kegiatan secara daring. Turut hadir jajaran pimpinan perguruan tinggi, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, akademisi, serta para narasumber internasional, baik secara langsung maupun daring.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNESA yang menjadikan Bondowoso sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat internasional tersebut.

“Kehadiran UNESA di tengah masyarakat Bondowoso merupakan bukti bahwa integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi mampu menjadi mesin penggerak pembangunan daerah, sekaligus memperkuat posisi UNESA sebagai World Class University yang berdampak nyata,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, Bondowoso memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi akademik internasional. Sebagai bagian dari Ijen Geopark yang telah diakui UNESCO, Bondowoso menyimpan kekayaan geologi, biologi, dan budaya yang bernilai tinggi, termasuk fenomena Blue Fire Kawah Ijen yang hanya ada di dua tempat di dunia.

“Bentang alam pegunungan, udara bersih, serta situs warisan megalitikum menjadikan Bondowoso sebagai laboratorium alam yang ideal bagi riset, pembelajaran, dan pengembangan pariwisata berbasis lingkungan,” tambahnya.

Selain sektor pariwisata, Bupati juga menyoroti ketahanan pangan dan potensi pertanian unggulan sebagai fondasi ekonomi daerah. Bondowoso dikenal sebagai produsen kopi berkualitas dengan branding “Bondowoso Republik Kopi”, di mana Arabika Ijen Raung telah mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (IG).

Baca Juga :  Bondowoso Luncurkan Aplikasi KANDA: Wadah Pengaduan untuk Pemerintahan Bersih dan Transparan

“Kemandirian pangan harus dimulai dari desa. Penguatan petani, inovasi pertanian, dan pendampingan berbasis riset menjadi kunci pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Abdul Hamid Wahid menekankan pentingnya penguatan tata kelola desa dan literasi digital, khususnya bagi generasi muda, agar mampu memasarkan potensi lokal ke pasar global tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal.

Melalui program ICD Global Partnership ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menitipkan tiga harapan utama, yakni terwujudnya transfer pengetahuan yang aplikatif, lahirnya solusi inovatif dan berkelanjutan bagi persoalan desa, serta peran peserta internasional sebagai duta Bondowoso di negara masing-masing.

Bupati mengajak seluruh peserta ICD 2026 untuk menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakat Bondowoso.

“Semoga pengalaman selama berada di Bondowoso memberikan kesan mendalam dan menjadi awal dari banyak kolaborasi hebat di masa depan,” pungkasnya, seraya secara resmi membuka kegiatan International Community Development Global Partnership (ICD) 2026.(wan)