Bank Mandiri Bukukan Laba Rp 56,3 T, Aset Tumbuh 18,7%

oleh -869 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang solid di atas rata-rata industri perbankan nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebut kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, bukan semata ekspansi bisnis.

“Sepanjang 2025, Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi Rp 56,3 triliun dengan kualitas pertumbuhan yang terjaga,” kata Riduan dalam paparan kinerja triwulan IV 2025, Kamis (5/2/2026).

Hingga Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 18,7% secara tahunan (year on year/yoy), melampaui rata-rata industri. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang tetap fokus pada sektor produktif dan prioritas nasional.

Dari sisi pendanaan, DPK Bank Mandiri tumbuh 23,9% yoy menjadi Rp 2.106 triliun, menunjukkan kepercayaan nasabah yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi.

“Pertumbuhan DPK mencerminkan likuiditas yang stabil dan kualitas aset yang terjaga,” ujar Riduan.

Kualitas kredit juga tetap solid. Rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Mandiri tercatat 0,96%, jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional. Menurut manajemen, capaian ini menjadi indikator disiplin pengelolaan risiko di tengah ekspansi kredit.

Ke depan, Riduan menegaskan Bank Mandiri akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas aset, sejalan dengan program strategis nasional.

Sementara itu, Direktur Corporate Banking Mochamad Rizaldi menambahkan hingga akhir 2025, total kredit Bank Mandiri mencapai Rp 1.895 triliun, dengan DPK sebesar Rp 2.106 triliun.

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih tumbuh 4,38% yoy menjadi Rp 106 triliun, sementara pendapatan non-bunga melonjak 14,5% yoy menjadi Rp 48,5 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri tumbuh 5,88% yoy.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Jatim Meningkat

Pada 2025, Bank Mandiri juga mencatat Return on Equity (ROE) 23,2% dan rasio kecukupan modal (CAR) 20,4%, menandakan ruang permodalan yang kuat untuk menopang pertumbuhan ke depan. (cit)