Wabup Malang Dorong Hilirisasi Kelapa, Kemendes Siap Jembatani dengan Kementan

oleh -582 Dilihat
Petinggi Kemendes PDTT berbincang dengan Wabup Malang Lathifah Shohib. (Foto : Pemkab Malang)

KILASJATIM.COM, Malang – Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Malang yang akrab disapa Bu Nyai Lathifah diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Dr. H. Tabrani, M.Pd.

Pada pertemuan itu, Dirjen PEID menyatakan kesiapan Kemendes untuk menjembatani koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, khususnya terkait pengembangan program hilirisasi kelapa.

“Alhamdulillah, tadi Pak Dirjen menyampaikan kesiapan untuk mengakseskan beberapa program, salah satunya program hilirisasi kelapa melalui Kementerian Pertanian RI,” ujar Lathifah.

Kemendes diketahui memiliki peran strategis sebagai penghubung dengan berbagai kementerian teknis, termasuk Kementerian Pertanian. Kabupaten Malang sendiri memiliki potensi komoditas kelapa yang cukup besar, namun pemanfaatannya selama ini dinilai belum optimal dan cenderung stagnan.

Salah satu program yang didorong adalah replanting atau peremajaan tanaman kelapa. Program ini bertujuan mengganti tanaman kelapa tua dan tidak produktif dengan bibit unggul agar produktivitas kembali meningkat. Tahapan replanting meliputi proses tumbang chip, land clearing, hingga penanaman kembali.

“Salah satu wujud program tersebut adalah peremajaan kelapa tua dan rusak. Ke depan akan dibangun pola kemitraan yang disertai pendampingan kepada petani, serta diakhiri dengan adanya off-taker kelapa untuk memastikan hasil panen terserap dengan harga yang layak,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Malang juga membuka peluang pengembangan industri pengolahan kelapa agar nilai tambah komoditas semakin meningkat.

“Bahkan jika diperlukan, akan dikembangkan pengolahan bahan baku kelapa menjadi produk turunan seperti coconut milk, sehingga nilai jual kelapa dari petani bisa lebih tinggi,” pungkas Wabup Malang.(TQI)

No More Posts Available.

No more pages to load.