Pemkab Bojonegoro Kucurkan Rp4,6 Miliar BKKD untuk Pembangunan Jalan Desa Mulyoagung

oleh -622 Dilihat
Dokumtasi perbaikan infrastruktur jalan di desa mulyoagung, saat didokumentasikan menggunakan drone. (Foto: Kominfo)

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelontorkan anggaran sebesar Rp4,6 miliar melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedesaan. Dana tersebut dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, guna meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu realisasi program tersebut adalah pembangunan jalan cor beton sepanjang 1.886,5 meter yang membentang di wilayah utara Kecamatan Balen. Jalur ini melintasi kawasan persawahan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur.

Kini, jalan tersebut telah bertransformasi menjadi jalur yang mulus, nyaman, dan aman bagi pengguna jalan. Infrastruktur ini menghubungkan Desa Mulyoagung dengan Desa Bogo serta menjadi akses alternatif menuju pusat Kota Bojonegoro melalui Jalan Veteran.

Pembangunan jalan tersebut tersebar di wilayah RT 1, 8, 10, dan 11 Desa Mulyoagung. Selain berfungsi sebagai sarana transportasi, jalur ini juga menjadi rute strategis yang mendukung mobilitas warga desa dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, mengatakan pembangunan jalan ini diharapkan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fungsi, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa bangga dan optimisme warga.

“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi warga. Jalan yang rapi di tengah hamparan sawah hijau menumbuhkan rasa bangga dan optimisme masyarakat,” ujar Abdi, Rabu (4/2/2026).

Bagi masyarakat, keberadaan jalan cor beton ini menjadi solusi jangka panjang untuk mendukung aktivitas pertanian. Kelancaran akses berdampak langsung pada penurunan biaya transportasi hasil pertanian, sehingga beban petani saat masa panen dapat ditekan.

Baca Juga :  Tahun 2020, Pemkab Bojonegoro Ajukan 150 Sertifikat Tanah Aset

Selain itu, akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi di Kota Bojonegoro kini menjadi lebih mudah dan nyaman. Jalur ini juga berperan sebagai akses alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama menuju kota.

“Kami optimistis jalan ini akan menjadi poros ekonomi baru. Akses pertanian yang lancar adalah kunci peningkatan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Pengerjaan fisik proyek yang dimulai sejak akhir Oktober 2025 tersebut ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026. Pemerintah Desa Mulyoagung berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan sebagai simbol kemajuan dan semangat gotong royong desa.(had)

No More Posts Available.

No more pages to load.