Hadirkan Kampung Nelayan Modern, Banyuwangi Perkuat Wisata Bahari

oleh -731 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Wisata kuliner seafood di Banyuwangi dipastikan semakin menarik dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dibangun pemerintah pusat di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari pusat kuliner olahan laut Fish Market di Kampung Mandar yang sebelumnya telah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

KNMP yang merupakan kawasan kampung nelayan modern sekaligus program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto ini diproyeksikan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, daerah yang dikenal dengan julukan The Sunrise of Java.

Saat ini, pembangunan KNMP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasuki tahap akhir. Progres fisik pembangunan kawasan tersebut hampir rampung dengan fokus pekerjaan pada penyempurnaan bangunan serta penataan kawasan pendukung.

“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini kian menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/1/2026).

KNMP Banyuwangi mulai dibangun sejak September 2025 dan kini progres pembangunannya telah mencapai 97 persen. Pekerjaan konstruksi saat ini hanya menyisakan tahapan finishing.

Bangunan-bangunan di kawasan KNMP Banyuwangi mengusung arsitektur khas Osing sebagai gaya utama. Enam unit bangunan utama mengadopsi bentuk rumah adat Suku Osing yang diperkaya ornamen batik khas Gajah Oling. Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal tersebut diharapkan memperkuat identitas budaya Banyuwangi, khususnya di kawasan pesisir.

Selain menghadirkan bangunan bernuansa budaya, KNMP Banyuwangi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan. Fasilitas tersebut meliputi dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar, balai pertemuan, pabrik es, hingga unit pengolahan hasil laut. Kawasan ini juga disiapkan sebagai destinasi kuliner bahari baru.

Baca Juga :  KKP Perkuat Fasilitas Perikanan Tangkap di Indonesia Timur

“Kampung nelayan modern ini dirancang terintegrasi. Selain menjadi tempat aktivitas kampung nelayan pada umumnya, juga dirancang menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Melalui konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menambahkan pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.

“Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” jelas Suryono.

Ia menambahkan, KNMP diharapkan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat nelayan setempat. Berbagai fasilitas pendukung seperti pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan disiapkan agar kawasan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Suryono juga menjelaskan, setelah seluruh pekerjaan fisik selesai, pengoperasian kawasan akan menunggu proses serah terima dari pemerintah pusat kepada pengelola daerah.

“Setelah BAST, aset akan kami kelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk,” ujarnya.

Dengan hampir rampungnya pembangunan KNMP, pemerintah daerah optimistis kawasan tersebut dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata bahari Banyuwangi.(zul)

No More Posts Available.

No more pages to load.