KILASJATIM.COM, Surabaya – Bonus demografi yang dimiliki Indonesia, khususnya Surabaya, dinilai menyimpan peluang besar sekaligus tantangan serius. Tingginya jumlah penduduk usia produktif belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja formal, sehingga risiko pengangguran tetap membayangi.
Merespons kondisi tersebut, Lembaga Ruang Tumbuh menggelar seminar bertajuk Indonesia Darurat Pengusaha: Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Kekuatan Wirausaha di Hotel Namira Syariah Surabaya, Sabtu (31/1/2026). Forum ini mendorong kewirausahaan sebagai strategi utama menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama. Sejumlah tokoh nasional dan pelaku usaha turut menjadi narasumber, di antaranya Mustofa Bawazier, Misbahul Huda, serta Heppy Trenggono. Diskusi dipandu Guru Besar Islamic Finance Universitas Airlangga Prof. Muhammad Nafik.
Data Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2022/2023 mencatat tingkat kewirausahaan pemula Indonesia atau Total Early-Stage Entrepreneurial Activity (TEA) mencapai 21,2 persen. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih terdorong oleh keterpaksaan akibat minimnya lapangan kerja formal, sehingga rawan stagnasi.
Ketua Panitia Seminar Mustofa Bawazier menilai kondisi ini menjadi alarm bagi penguatan ekosistem usaha nasional.
“Indonesia membutuhkan wirausaha yang lahir dari inovasi dan peluang, bukan sekadar karena terpaksa. Kuncinya ada pada ekosistem yang kuat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima kilasjatim, Selasa (27/1/2026).
Melalui seminar ini, Ruang Tumbuh mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif serta berorientasi pada penciptaan lapangan kerja berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan program Pemkot Surabaya dalam menekan pengangguran dan memperkuat kemandirian ekonomi warga.(FRI)




